Tok! Eva Muzlifah menjadi Ketua Pertama Koalisi Da’iyah Indonesia untuk Al Quds dan Palestina — KDIAP merupakan cabang pertama koalisi daiyah di bawah Koalisi Perempuan Global untuk Al Quds dan Palestina (GWCQP)
Kamis, 25 Januari 2024. Bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Sofyan Jakarta Selatan cabang pertama koalisi daiyah global cabang Indonesia resmi diluncurkan. Hj Eva Muzlifah, Lc., MA ditunjuk sebagai ketua pertama KDIAP.


Dalam peresmian ini hadir Dr. Sajida Abu Fares, Wakil Presiden GWCQP dan Presiden Koalisi Ulama dan Dai Perempuan, Prof. Rabab Awad, Sekretaris Jenderal GWCQP, Dr. Badriya Al-Silawi Koordinator APWCQP dan Nurjanah Hulwani ketua Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina.
Dalam sambutannya Dr. Sajida Abu Fares mengulang kembali hadits Maimunah dan upaya kita dalam membela Baitul Maqdis. Saat ini seluruh upaya yang kita berikan turut memberikan ‘penerang’ dalam penjagaan Baitul Maqdis. Sekecil apapun upaya kita kerja-kerja kita di sini, menyempurnakan perjuangan mereka di sana.

Prof. Rabab menyebutkan beberapa poin mengenai koalisi daiyah:
- Perempuan Indonesia selalu menjadi pelopor perjuangan Palestina. Selalu selangkah lebih maju dari negara lainnya, maka tak heran cabang pertama mampu diemban lebih dulu oleh Indonesia.
- Saat ini WGCQP memiliki 57 negara sebagai anggota, dan 30 negara bergabung dalam koalisi daiyah. Saat ini koalisi daiyah pusat memiliki 140 anggota dai dan ulama dan cabang pertama koalisi daiyah global didirikan di Indonesia.
- Konferensi daiyah global pertama akan segera diselenggarakan.

Sebagai penguat, Ustadzah Nurjanah Hulwani turut memberikan materi mengenai kemuliaan menjalankan tugas sebagai pembebas Baitul Maqdis, pentingnya mengerahkan seluruh kemampuan dan amal jama’i dalam perjuangan.

Eva ditunjuk sebagai ketua pertama koalisi daiyah periode ini dengan pembina Nurjanah Hulwani dan jajaran pengurus lainnya; Erika Suryani Dewi, Sri Endang Handayani, Istiatul Ma’rufah, Mukhlisoh, Al Hafidzah, Maryam Rachmayani, Mardiyanti, Titin Suwarni, Tintin Gantiniwita, Lissa Malike, dan Rifqatussaadah.

Dr. Badriyah menutup pertemuan ini dengan lantunan doa dan kalimat penguat bahwa bertemunya kita karena Taufiq dari Allah, dan pendidikan merupakan faktor utama ketahanan rakyat Palestina.
Beliau juga mengajak kita untuk melihat kembali sosok yang kita cintai karena kita akan Bersama orang yang kita cintai, orang kita idolakan. Apakah kita cinta pada Aisyah, Ummu Salamah, Maryam binti Imran, apakah kita memiliki keinginan untuk meminum air dari tangan Rasulullah saw yang dengan air itu kita tidak akan merasakan dahaga lagi setelahnya. Pasti kita menginginkannya. Maka ambillah ibroh, jadikanlah mereka sebagai qudwah bagi kehidupan kita.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


