Jalan pesisir sejauh 80 km yang menghubungkan Beirut dengan Tyre, di selatan Ibu Kota Lebanon, dipenuhi kehancuran.
Sepanjang beberapa kilometer, satu-satunya kendaraan yang terlihat di jalan raya yang dulunya ramai itu adalah bangkai-bangkai mobil yang berserakan di sepanjang jalan, memperlihatkan kengerian dari kekerasan yang dilepaskan oleh serangan Israel.
Tirus, mutiara Lebanon selatan, yang dikenal sebagai “Sour” dalam bahasa Arab, populer karena warisan sejarahnya, keindahan arsitekturnya, dan pantainya. Namun saat ini, kota kuno itu tampak terisolasi dari dunia.
Di pelabuhan, Adel el-Abedi, seorang nelayan asal Palestina, menata ulang kapalnya sehingga ia dapat tinggal di dalamnya selama perang, dengan harapan kapal itu akan melindunginya dari serangan.
“Kami hidup siang dan malam dalam ketakutan akan ‘perintah evakuasi’ oleh tentara Israel dan serangan tanpa peringatan,” ungkapnya kepada MEE.
“Jelas, agresi saat ini lebih keras dan berdarah daripada episode-episode sebelumnya dalam sejarah kami. Namun, agresi ini yang hanya akan menjadi siklus muncul kembali jika tidak diselesaikan. Kami dipaksa untuk melawan, sebab kami tidak punya pilihan lain.”
Bagi Abedi, rasa trauma akan peristiwa Nakba 1948 saat tentara Israel mengusir ayahnya dari Haifa, Palestina, masih sangat kuat mengendap di kepalanya.
“Bagi saya, Kota Sour ini melambangkan banyak hal, karena di sinilah saya dilahirkan. Inilah yang membuat kota ini berbeda dari kota-kota lainnya. Meskipun saya beridentitas Palestina, semua orang di sini memperlakukan saya seperti keluarga,” ungkapnya kepada MEE.
“Saya banyak menangis ketika pengeboman pertama terjadi di kota ini.”
Di tepi laut, bekas-bekas serangan Israel terlihat di mana-mana. Di depan dua bangunan yang hancur, para pendukung Hizbullah memasang spanduk bertuliskan “buatan AS”. Beberapa anak muda datang untuk berswafoto di depannya, sebelum menghilang dengan cepat.
Di langit, suara pesawat tak berawak yang berdengung di ketinggian sangat rendah dan pesawat tempur yang menembus batas suara ditafsirkan sebagai peringatan evakuasi oleh penduduk setempat, yang segera mengosongkan jalan.
Sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








