Jalur Gaza telah mengalami pengeboman dan serangan Israel yang terus-menerus selama lebih dari empat bulan, sementara populasi di dalamnya perlahan-lahan kelaparan hingga mati. Di Rumah Sakit Al-Shifa di utara Gaza, drone pengawas Israel dan drone quadcopter terus menembaki satu per satu orang di dalam kompleks medis. Di sisi lain, mereka juga tidak dapat keluar dari fasilitas tersebut karena pasukan Israel telah dikerahkan kembali di daerah-daerah pusat Kota Gaza, sementara pertempuran terus berlanjut dengan pejuang Palestina di area tersebut.
Di seluruh Gaza, setidaknya 234 warga Palestina terbunuh, dan 343 terluka antara tanggal 2 hingga 4 Februari, mengutip Kementerian Kesehatan Gaza, menyebabkan jumlah warga Gaza yang terbunuh menjadi 27.365 orang dengan 66,630 orang lainnya terluka. Menurut kantor media pemerintah Gaza, pasukan Israel telah membunuh setidaknya 30 orang di daerah yang seharusnya “aman” di bagian tengah wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir.
Sementara rakyat Palestina terus disiksa, dipindahkan, dan terjebak di Gaza, pasukan Israel meningkatkan penghancuran infrastruktur sipil. UNOCHA mengatakan bahwa pasukan Israel telah melakukan penghancuran yang signifikan terhadap blok-blok perumahan di seluruh Gaza, terutama di kota Khan Younis, yang merupakan bagian dari serangkaian penghancuran yang dikendalikan oleh militer di seluruh Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir.
Penghancuran dilakukan terhadap ratusan bangunan termasuk masjid dan sekolah sejak November 2023. Menanggapi pertanyaan tentang penghancuran tersebut, militer Israel berdalih kepada The New York Times bahwa mereka mencari dan menghancurkan infrastruktur teroris yang tertanam di dalam bangunan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








