• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“The Living Martyrs”: Kisah Pejuang Palestina yang Hidup Kembali

by Adara Relief International
Maret 14, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
“The Living Martyrs”: Kisah Pejuang Palestina yang Hidup Kembali
40
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Selama dua minggu, ibu Palestina Basma Aweidat berduka setelah menerima kabar bahwa putranya telah ditembak mati oleh pasukan Israel di Tepi Barat. Kemudian dia mendapat telepon, memberitahunya bahwa meskipun putranya, Thayer (28) memang ditembak, dia masih hidup dan dirawat di sebuah rumah sakit di Israel. “Saya tidak percaya apa yang mereka katakan kepada saya,” katanya.

Ketika kekerasan melonjak di Tepi Barat, yang menyebabkan lebih dari 200 orang Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel dalam satu tahun terakhir, cerita tentang identitas yang kacau seperti itu pun terjadi. Dalam kasus Thayer Aweidat, tentara Israel melancarkan serangan pada 6 Februari di pintu masuk kamp pengungsi Aqabat Jaber dekat Yerikho, dengan dalih mencari tersangka yang dituduh melakukan serangan terhadap warga Israel. 

Tentara mengatakan telah membunuh lima “teroris”, dan seorang pejabat keamanan Israel mengatakan kepada kantor berita Agence France-Presse bahwa militer menahan mayat orang-orang Palestina yang tewas. Otoritas Palestina, yang mengatakan telah diberitahu oleh otoritas Israel, mengumumkan bahwa Thayer Aweidat, anggota sayap bersenjata gerakan Palestina, termasuk di antara korban yang tewas. Fotonya dicetak pada poster yang ditempel di dinding kamp pengungsi, bergabung dengan para “martir” Palestina lainnya, dan pesan belasungkawa pun berdatangan.

Kemudian telepon Basma Aweidat berdering, sepupunya mengabarkan bahwa pria yang terluka di rumah sakit Hadassah Yerusalem itu bukanlah Alaa, anaknya, melainkan Thayer Aweidat, anak Basma. Dia saat itu dalam kondisi serius dan koma. 

“Saya tidak percaya dia masih hidup,” kata Basma, yang mengajukan izin Israel untuk mengunjunginya. “Saya melihatnya, kepalanya diperban dan tubuhnya banyak luka,” katanya. “Saya mencoba berbicara dengannya, tetapi dia tidak menjawab.” Kembali ke rumah di Aqabet Jaber, tetangga yang sama yang beberapa hari sebelumnya menyampaikan belasungkawa kembali. “Para wanita di kamp mulai datang untuk memberi selamat kepada saya karena putra saya masih hidup, beberapa hari setelah datang untuk berkabung,” kata Basma Aweidat. Adapun suaminya, Khaled Aweidat, belum mendapat izin untuk menjenguk anaknya.

Pada bulan Oktober, cerita serupa terungkap di kamp pengungsi Jalazone dekat Ramallah, juga di Tepi Barat. Keluarga Basbous berduka atas kematian putra mereka Basel selama dua hari setelah pejabat Palestina memberitahu mereka bahwa dia telah ditembak dan dibunuh oleh tentara Israel di dekat Ramallah saat mengemudi dengan dua orang lainnya, yang juga meninggal. 

Keluarga tersebut kemudian menerima telepon dari seorang teman, yang memiliki kerabat yang bekerja di rumah sakit Israel Shaare Tzedek di Al-Quds. “Dia menelepon saya untuk memberitahu saya bahwa Basel masih hidup,” kata ibunya, Ataf Basbous. Rumah sakit mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Tampaknya terjadi kebingungan mengenai identitasnya sebelum masuk untuk perawatan.” “Saya tidak sadarkan diri, dan saya terbangun dua hari kemudian di rumah sakit dengan kaki dan tangan terbelenggu,” demikian kata Basel Basbous. 

Ataf Basbous berkata, “Orang Israel memperlakukan kami seperti angka. Mereka tidak peduli dengan keluarga. Anak laki-laki saya tertembak, dan dia tetap di rumah sakit selama 18 hari sebelum dibebaskan, tetapi mereka tidak peduli dan tidak melakukan apa-apa.” Basel Basbous masih menerima perawatan untuk cedera kaki dan tangannya di rumah sakit di Ramallah. Awalnya ia disebut sebagai “Heroic Martyr“, seperti semua orang Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel, tetapi setelah kejadian tersebut ia dikenal sebagai “The Living Martyr“.

Sumber:

https://www.aljazeera.com

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hanya Karena Sampaikan Belasungkawa terhadap Pesepakbola Palestina yang Israel Bunuh, MC BBC Sports Kehilangan Pekerjaannya

Next Post

Israel Bebaskan Tawanan Tertua Palestina setelah 17 Tahun Dipenjara

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
19

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
16
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
16
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
16
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
16
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Israel Bebaskan Tawanan Tertua Palestina setelah 17 Tahun Dipenjara

Israel Bebaskan Tawanan Tertua Palestina setelah 17 Tahun Dipenjara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630