Kementerian Kesehatan Palestina bersama Kantor Media Pemerintah (GMO) Jalur Gaza beserta pihak keluarga dr. Hussam Abu Safiya, mendesak masyarakat internasional untuk segera membebaskan dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, dan seluruh tenaga medis yang ditahan oleh pasukan pendudukan Israel. Penahanan ini terjadi setelah serangan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan, yang melibatkan pembakaran fasilitas medis, penghentian operasi rumah sakit, serta penahanan lebih dari 240 orang, termasuk pasien dan staf medis.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut tindakan pasukan pendudukan tersebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap hak asasi manusia dan hak pekerja kesehatan. GMO menambahkan bahwa penahanan ini memperlihatkan pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan dan konvensi internasional, serta menempatkan nyawa para tenaga medis dalam bahaya besar.
Laporan dari beberapa tawanan Palestina yang baru-baru ini dibebaskan mengungkapkan bahwa Dr. Hussam Abu Safiya ditahan di pangkalan militer Sde Teiman. Pusat penahanan ini dikenal sebagai lokasi penahanan dengan kondisi buruk. Sejumlah tawanan melaporkan melihat atau mendengar nama Abu Safiya dipanggil di pusat tersebut. Salah satu saksi, Ahmed Al-Sayed Salim, mengonfirmasi keberadaan Abu Safiya di Sde Teiman dan menyebutkan bahwa dokter tersebut diperlakukan dengan sangat buruk.
GMO mengutip bahwa Dr. Abu Safiya mengalami tekanan fisik dan psikologis selama penahanannya, termasuk dipaksa menanggalkan pakaian dan jas medisnya serta dijadikan tameng manusia. Meski begitu, Abu Safiya tetap menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap tugasnya, bahkan di tengah genosida di Gaza utara. Ia memikul tanggung jawab untuk memastikan hak pasien dan korban terluka mendapatkan perawatan medis, meskipun ia sendiri mengalami cedera parah dan kehilangan putranya, Ibrahim.
GMO dan Kementerian Kesehatan Palestina menyerukan kepada masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta organisasi hak asasi manusia untuk segera turun tangan. Mereka mendesak pembebasan tanpa penundaan bagi Abu Safiya dan seluruh tenaga medis yang ditahan, sekaligus memberikan perlindungan yang diperlukan agar para tenaga medis dapat melanjutkan tugas kemanusiaan mereka di lingkungan yang aman.
Tindakan pasukan pendudukan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan dan tenaga medisnya mencerminkan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan universal. Kasus ini menjadi panggilan mendesak bagi komunitas internasional untuk memastikan keadilan dan perlindungan terhadap para pejuang kemanusiaan di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








