Viral di media sosial, salah seorang jemaah calon haji asal Indonesia meminta turun dari pesawat hanya karena belum memberi makan ayam peliharaanya. Video tersebut memperlihatkan seorang lansia, Juhani berusia sekitar 95 tahun, meminta turun kepada pramugari, karena ingin memberi makan ayam. Berdasarkan keterangan Petugas Haji yang mengiringi KJT-1, Ustaz Yuyud, kakek Juhani tergabung dalam kloter 1 embarkasi Kertajati (KJT-1), tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Senin, 29 Mei 2023 dengan menumpang pesawat Saudi Airlines.
Saat sang kakek minta turun, posisi pesawat sudah hampir sampai di Kota Madina. Dalam video juga terlihat bagaimana seorang pramugari memberikan pengertian kepada calon jemaah haji lansia asal Majalengka tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah jemaah haji lainya yang berada di dalam pesawat pun ikut memberi pengertian kepada sang kakek atas permintaanya.
Menyoroti fenomena tersebut, Pusat Kesehatan (Puskes) Haji memaparkan demensia menjadi salah satu penyakit yang banyak diidap oleh jemaah Haji tahun 2023. Hal ini lantaran peserta Haji tahun ini mayoritas berasal dari kalangan lansia. Jumlah jemaah haji lanjut usia (Lansia) atau usia di atas 60 tahun mencapai 45% dari 200 ribuan kuota Jemaah haji tahun ini. Salah satu penyakit yang rentan terjadi pada Lansia adalah demensia.
Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, disorientasi waktu, dan disorientasi orang-orang di sekitarnya. Gejala-gejala yang bisa terlihat di awal biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja dialami, kemudian sulit mempelajari hal baru, sulit konsentrasi, termasuk sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya ke embarkasi atau ke Tanah Suci.
Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran mengatakan banyak jemaah haji Lansia yang mengalami disorientasi tersebut, seperti kasus jemaah haji minta pulang saat di pesawat, kemudian ada beberapa kasus jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci masih menganggap berada di kampungnya. “Demensia ini juga merupakan penyakit terbanyak yang saat ini dirawat di KKHI Madinah. Ini menjadi fenomena pada tahun ini, karena jumlah lansia lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.
Jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif. Dokter Imran mengatakan bahwa stimulasi dilakukan dengan mengajak pasien untuk mengobrol dan bersosialisasi. Selanjutnya tenaga kesehatan haji melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia.
“Terapinya adalah memberikan stimulasi kognitif. Jadi kita kembali menstimulasi, me-recall kembali memorinya sehingga bisa pulih dan menghilangkan gejala-gejala disorientasi yang mereka alami,” terangnya. Ia menambahkan terapi stimulasi kognitif ini sudah dilakukan kepada jemaah pengidap demensia yang dirujuk ke KKHI Madinah. “Biasanya setelah terapi mereka akan kembali mengingat kalau mereka berada di Tanah Suci,” sambungnya.
Kendati demikian, dr. Imran mengimbau untuk tetap waspada. Pasalnya, gejala demensia bisa kembali muncul sewaktu-waktu. “Tetap perlu diwaspadai, karena gejala ini bisa sewaktu-waktu kembali muncul. Terutama dipicu oleh kelelahan dan dehidrasi,” katanya. Oleh karena itu, dr. Imran sangat menganjurkan jemaah untuk cukup beristirahat dan tidak memaksakan diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Sumber:
https://radarsemarang.jawapos.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








