• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Terancam Kelaparan, Ratusan Ribu Keluarga Palestina Kehilangan Bantuan Pangan dari PBB

by Adara Relief International
Mei 29, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Terancam Kelaparan, Ratusan Ribu Keluarga Palestina Kehilangan Bantuan Pangan dari PBB
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pesan yang diterima Aisha Abu Obeid di ponselnya pada awal Mei menghantamnya seperti petir. Voucher makanan bulanannya dari Program Pangan Dunia PBB (WFP), katanya, akan dihentikan bulan depan. “Saya merasa nyawa saya pergi,” kata ibu tujuh anak yang suaminya menganggur tersebut. “Voucher ini biasa saya gunakan untuk menutupi kebutuhan sembako bulanan keluarga dan selalu saya nantikan setiap awal bulan.”

Selama satu setengah tahun, keluarga Aisha telah menerima voucher makanan dari WFP senilai $108 per bulan, yang mencakup kebutuhan dasar makanan dan sayuran. Pada 11 Mei, WFP mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa per Juni 2023, sebanyak 200.000 orang–hampir 60 persen penerima manfaat di Palestina–tidak akan lagi menerima bantuan makanan karena kekurangan dana yang parah.

Krisis pendanaan telah memaksa WFP untuk memotong bantuan tunai sekitar 20 persen pada bulan ini. Pada Agustus, badan tersebut terpaksa menangguhkan operasi di Tepi Barat dan Gaza jika tidak ada dana yang diterima. Samer Abdeljaber, perwakilan WFP dan direktur negara di Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera. “Kami tidak punya pilihan selain memperluas sumber daya terbatas yang kami miliki untuk memastikan bahwa kebutuhan keluarga yang paling rentan terpenuhi. Mereka akan kelaparan tanpa bantuan makanan.” Dia mengatakan WFP sangat membutuhkan $51 juta untuk mempertahankan bantuannya di Palestina hingga akhir tahun. Bagi keluarga seperti Aisha, bantuan itu adalah garis hidup yang penting bagi kelangsungan hidup mereka di tengah badai krisis yang tidak pernah berakhir terkait dengan penjajahan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. 

Beberapa hari setelah dia menerima peringatan WFP di teleponnya, rumah Aisha hancur dalam eskalasi terbaru di Jalur Gaza. Pada 13 Mei sore, dia sedang duduk bersama anak-anaknya ketika dia mendengar teriakan di luar rumah, menyeru para tetangga untuk mengungsi dari rumah mereka. “Saya sangat ketakutan dan keluar karena melihat kerabat kami meninggalkan rumah mereka. Mereka mengatakan kepada saya bahwa rumah di seberang kami telah diperingatkan untuk dibom,” katanya. “Saya segera mengumpulkan anak-anak saya dan kami melarikan diri ke rumah kerabat kami.” Setelah rumah itu dibom, Aisha, suaminya, dan anak-anak mereka kembali ke rumah dan mendapati sebagian besar rumah itu tinggal puing-puing.

“Saya merasa sangat sedih,” kata Aisha dengan air mata berlinang. “Saya merasa bahwa dunia telah menyusut di depan wajah kami. Kami tidak memiliki sumber pendapatan, dan kami kehilangan kupon makanan, yang hampir tidak dapat menutupi kebutuhan makan anak-anak kami, dan sekarang kami juga kehilangan rumah.” Selama 14 tahun menikah, Aisha mengatakan yang paling membuatnya sedih adalah ketidakmampuannya untuk merencanakan masa depan anak-anaknya. “Kami sibuk mencari nafkah dari hari ke hari, sementara kami tidak melihat ruang untuk masa depan. Ke mana kami harus pergi?” tanyanya dengan nada marah. 

Aisha adalah lulusan sejarah dan suaminya Suliman memiliki gelar dalam bidang konseling psikologis. Tapi mencari pekerjaan yang baik di Gaza hampir sama sulitnya dengan mencari makanan yang terjangkau untuk keluarga. Tingkat pengangguran mencapai 45,3 persen dan dua dari setiap tiga orang harus berjuang untuk membeli makanan. “Tidak ada kesempatan kerja bagi anak muda dan fresh graduate,” kata Suliman (37), yang kini mencoba mencari pekerjaan paruh waktu di bidang konstruksi, pertukangan, atau sebagai kuli angkut. 

“Saya harap keputusan yang mengancam ini akan dipertimbangkan,” kata Aisha. “Saya hampir gila ketika memikirkan bagaimana saya bisa memberi makan ketujuh anak saya.” Aisha dan keluarganya saat ini tinggal di rumah kontrakan sampai rumah mereka direnovasi. “Kami meninggalkan rumah kami hanya dengan pakaian kami. Kami kehilangan semua perabot dan barang-barang kami,” kata Suliman. “Selamat datang di kehidupan di Gaza,” katanya. “Ketika kelaparan, kemiskinan, dan perang bersatu.”

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Ini adalah kampanye yang digaungkan oleh WFP dalam pernyataannya pada bulan Mei, yang mengatakan, “Keluarga rentan di Gaza dan Tepi Barat telah terdesak oleh efek gabungan dari meningkatnya ketidakamanan, ekonomi yang memburuk, dan meningkatnya biaya hidup yang mendorong ketidakamanan pangan.” Sebanyak 1,84 juta warga Palestina, atau 35 persen dari populasi, tidak memiliki cukup makanan. “Kami mendesak para donor pemerintah dan sektor swasta untuk melanjutkan dukungan mereka kepada WFP selama masa sulit ini,” kata Abdeljaber. “Dukungan donor yang berkelanjutan telah memungkinkan kami untuk menyediakan jalur kehidupan bagi warga Palestina serta membangun solusi pangan berkelanjutan di Palestina. Kami membutuhkan sekarang, lebih dari sebelumnya, untuk memastikan bahwa pekerjaan tidak berhenti.”

Di sebuah rumah bobrok di Kamp Jabalia di Jalur Gaza utara, Samah al-Qanou masih menerima pesan “mengejutkan” yang dia terima, memberitahukan bahwa kupon makanan bulanannya telah dipotong. “Saya telah menerima voucher ini selama 10 tahun. Ini meringankan beban saya untuk menyediakan sembako setiap bulan,” kata al-Qanou (45), yang tinggal bersama suaminya (66) yang sedang sakit dan empat anaknya. Dia menunggu dengan tidak sabar kupon senilai sekitar $75, untuk masuk setiap awal bulan. Dia pergi pagi-pagi sekali untuk mencairkannya di supermarket di sebelah rumahnya. “Menerima surat itu adalah hari berkabung bagi saya,” katanya kepada Al Jazeera. “Saya menangis sepanjang hari dan tekanan darah saya melonjak.”

Al-Qanou mengatakan dia tidak mampu membiayai pendidikan perguruan tinggi untuk anak-anaknya, terlepas dari kecerdasan mereka. “Setidaknya dengan voucher itu, kebutuhan pokok dapat tercukupi di rumah saya,” ujarnya sambil menunjuk tong berisi tepung yang hampir habis. “Tapi apa yang harus saya lakukan hari ini? Bagaimana saya akan memberi makan keluarga saya?” “Terkadang saya pikir akan lebih baik jika kami semua mati.”

Sumber:

https://www.aljazeera.com

https://internasional.republika.co.id

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

10 Negara Eropa Menyeru Israel untuk Hentikan Penghancuran Rumah Warga Palestina

Next Post

Jadi Korban Pembantaian, Keluarga Palestina dari Tantura Tuntut Israel Izinkan Mereka untuk Ziarah

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Jadi Korban Pembantaian, Keluarga Palestina dari Tantura Tuntut Israel Izinkan Mereka untuk Ziarah

Jadi Korban Pembantaian, Keluarga Palestina dari Tantura Tuntut Israel Izinkan Mereka untuk Ziarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630