• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 27, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Krisis Kemanusiaan di Tepi Barat

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan pada Jumat (23/01) bahwa Tepi Barat sedang mengalami krisis kemanusiaan terparah sejak 1967. Badan PBB tersebut menunjukkan pengungsian skala besar dan kerusakan luas di kamp-kamp pengungsi akibat operasi militer Israel.

Philippe Lazzarini, kepala UNRWA, mengatakan bahwa 33.000 orang terpaksa mengungsi dari kamp-kamp pengungsi di utara Tepi Barat dalam jangka waktu satu tahun setelah peluncuran operasi “Tembok Besi” Israel. Lazzarini mengatakan tim UNRWA “sedang membantu para pengungsi Palestina yang baru saja mengungsi dan terjerumus ke dalam kemiskinan yang lebih dalam, serta tidak memiliki alternatif yang layak untuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.” Namun, ia menekankan bahwa kemampuan lembaga tersebut untuk melanjutkan operasinya bergantung pada “dukungan politik dan keuangan yang berkelanjutan dari negara-negara anggota.”

Baca Juga

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade

Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Menurut otoritas Palestina, sejak memulai genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023, Israel telah mengintensifkan kejahatannya untuk mencaplok Tepi Barat. Kejahatan tersebut termasuk penghancuran, pengusiran warga Palestina, dan perluasan permukiman ilegal. Sejak itu, pasukan Israel dan pemukim ilegal telah membunuh sedikitnya 1.108 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), melukai hampir 11.000 orang, dan menahan 21.000 orang. 

Serangan terhadap Properti Palestina di Tepi Barat

Secara terpisah, pemukim ilegal Israel merusak sebuah masjid pada Jumat di Tepi Barat bagian utara. Ini merupakan serangan terbaru dalam serangkaian serangan terhadap tempat ibadah dan properti Palestina. Koordinator pertahanan tanah setempat, Thaer Hanani, mengatakan bahwa para pemukim ilegal menyerbu Masjid Beit al-Sheikh di daerah Khirbet Tana, sebelah timur Nablus. Para pemukim menghancurkan isi masjid, akibatnya jemaah terpaksa untuk melaksanakan salat Jumat di luar ruangan.

Hanani mengatakan para pemukim ilegal juga menghancurkan pagar kebun untuk memungkinkan ternak mereka merumput dan merusak pohon zaitun Palestina. Dia menggambarkan serangan itu sebagai bagian dari serangan berulang terhadap masjid dan jemaah. Israel berupaya untuk mencegah penduduk mengakses Khirbet Tana setelah mengusir penduduk secara paksa awal tahun lalu.

Menurut organisasi Peace Now Israel, lebih dari 500.000 pemukim ilegal tinggal di Tepi Barat. Selain itu, lebih dari 250.000 pemukim lainnya tinggal di permukiman yang dibangun di tanah Al-Quds (Yerusalem) Timur yang diduduki. Menurut PBB, permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal berdasarkan hukum internasional. PBB mengatakan bahwa permukiman tersebut merusak kelayakan solusi dua negara. Karena itu, para pejabat Palestina berulang kali mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan aktivitas pembangunan permukiman.

Sumber: Wafa, Middle East Monitor, The Palestine Chronicle

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Next Post

Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Adara Relief International

Related Posts

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade
Berita Kemanusiaan

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
0
26

The Guardian telah berbicara dengan puluhan pasien kanker Palestina yang terjebak di Gaza. Para dokter mengatakan kematian terkait kanker telah...

Read moreDetails
Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Januari 26, 2026
19
Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Januari 26, 2026
18
Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Januari 26, 2026
20
Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Januari 26, 2026
19
Menteri Israel Setujui Izin Penggunaan Senjata Api untuk 18 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Menteri Israel Setujui Izin Penggunaan Senjata Api untuk 18 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 23, 2026
29
Next Post
Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630