Penjajah Israel secara paksa mengevakuasi sekitar 500 pasien dari Rumah Sakit Al-Shifa di sebelah barat kota Gaza, termasuk korban yang terluka akibat serangan brutal. Israel membiarkan mereka mengadu nasib di jalanan meskipun para korban berada dalam kondisi serius dan membutuhkan pertolongan medis, kata kantor media pemerintah di Jalur Gaza pada hari Sabtu (18/11), lapor Anadolu Agency.
Tentara Israel memberikan batas waktu satu jam kepada semua orang yang berada di dalam Kompleks Medis Al-Shifa. Mereka bahkan memaksa pasien yang sangat membutuhkan perawatan medis untuk meninggalkan fasilitas kesehatan saat itu juga.
Kantor media Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Lebih dari 500 pasien dan korban terluka semakin menderita karena kelelahan, kelaparan, kehausan, dan kesakitan. Mereka dipaksa tentara Israel untuk meninggalkan kompleks medis Al-Shifa, untuk menemui nasib mereka di jalanan. Ini terjadi meskipun mereka sangat membutuhkan layanan kesehatan dan medis yang luas, terutama karena sebagian besar dari mereka berada dalam kondisi yang serius.”
Pernyataan tersebut menambahkan “Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan nyawa semua orang yang berada di Al-Shifa, termasuk pasien dan korban luka, bayi prematur, dan staf medis.” Kantor media menekankan bahwa “lembaga dan organisasi internasional juga memikul tanggung jawab atas kelalaian, dan lemahnya tindak lanjut dan koordinasi, dalam kerangka melindungi rumah sakit dan pusat kesehatan yang seharusnya memiliki kekebalan internasional dan hukum.”
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa bahan bakar harus disediakan untuk semua rumah sakit di Jalur Gaza, untuk “melaksanakan tugas kesehatan, medis, dan kemanusiaan terhadap puluhan ribu orang yang terluka dan sakit.” Sebelumnya pada hari Sabtu, direktur Kompleks Medis Al-Shifa mengatakan ratusan pasien, staf medis, karyawan lain, dan warga sipil yang mengungsi dievakuasi dari rumah sakit setelah tentara Israel menetapkan batas waktu satu jam.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








