Serangan seorang tentara Israel terhadap aktivis terkemuka Palestina Issa Amro di Hebron, di Tepi Barat, tertangkap kamera pada Senin (13/2) oleh seorang jurnalis New Yorker, yang kemudian justru menuai kritik karena mendokumentasikan peristiwa tersebut. Dalam video yang diposting di Twitter oleh Lawrence Wright, penulis The Looming Tower, tentara itu mencengkeram jaket dan leher Amro dan melemparkannya ke tanah. Dia kemudian menendang Amro sebelum ditarik oleh tentara lain.
“Saya tidak pernah memiliki sumber yang diserang di depan saya sampai hari ini ketika seorang tentara Israel yang menghentikan wawancara saya melakukan ini,” cuit Wright. “Saya tidak bisa berhenti memikirkan betapa tidak manusiawinya pendudukan terhadap tentara muda yang ditugaskan untuk menegakkannya,” tambahnya, yang banyak dikritik di bagian komentar video tersebut. “Jika menurut Anda itu tidak manusiawi bagi para tentara, tunggu sampai Anda mendengar tentang apa yang terjadi pada warga Palestina,” tulis seorang cendekiawan Timur Tengah.
Militer Israel pada Senin dilaporkan telah memenjarakan tentara itu, hanya selama 10 hari. Militer mengatakan, peristiwa itu bermula ketika seorang tentara yang menjaga sebuah pos militer meminta Amro yang mendekati pos tersebut untuk menjauh. “Sebagai tanggapan, warga Palestina mulai merekam dan memaki tentara tersebut. Konfrontasi verbal menyusul, yang segera menjadi konfrontasi fisik. Tentara tersebut memukuli warga Palestina,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Seperti yang diperlihatkan video, tentara itu tidak bertindak sesuai aturan dan tidak mengikuti kode etik IDF (Pasukan Pertahanan Israel).”
Dalam tanggapan Twitter, Wright berkata: “IDF salah mengartikan apa yang menyebabkan ini. Tentara yang memulai cekcok itu, Amro tidak memakinya, [dia] hanya meminta untuk memanggil komandannya. Tidak ada yang membenarkan serangan kekerasan yang terjadi setelahnya.”
Amro kemudian men-tweet beberapa video menjelang insiden tersebut, menulis: “Juru bicara militer berbohong tentang apa yang terjadi.” Di tulisannya yang lain dia berkata: “Saya ditahan di luar pos militer, saya mulai berteriak untuk membawa komandannya keluar, tentara menolak untuk memberitahunya, itu adalah jebakan bagi saya. Komandan baru keluar setelah saya dipukuli dan dicengkeram lehernya dan ditendang serta didorong ke tanah.” Sementara itu, pihak militer menolak berkomentar lebih lanjut.
Sumber:
https://www.palestinechronicle.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








