Pasukan Israel pada Senin sore dan malam (02/01) menahan enam warga Palestina, termasuk tiga anak di bawah umur, dari berbagai bagian Tepi Barat, menurut sumber lokal dan keamanan. Mereka mengatakan bahwa pasukan Israel menangkap seorang ayah bersama putranya dalam serangan di kota Beit Rima, barat laut Ramallah.
Polisi Israel juga menahan seorang anak di bawah umur 12 tahun setelah memanggilnya untuk diinterogasi di pusat penahanan al-Maskobiyya dan fasilitas interogasi di kota tersebut. Tawanan anak itu diidentifikasi sebagai warga Silwan. Warga Palestina lainnya ditahan setelah keluar dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds.
Di Tepi Barat utara, tentara menerobos sebuah rumah di Kota Azzun, sebelah timur Qalqiliya, melakukan pencarian menyeluruh dan menahan dua bersaudara berusia 14 dan 15 tahun. Polisi juga menahan seorang remaja berusia 17 tahun dari tempat kerjanya di Kota Tamra di. Tawanan itu diidentifikasi sebagai warga kota Jenin.
Sebelumnya, pada hari yang sama, pasukan Israel telah menahan dua orang lainnya, seorang anak di bawah umur berusia 12 tahun dan seorang remaja berusia 17 tahun. Pasukan menangkap mereka setelah menggerebek dan menggeledah rumah keluarga mereka di komunitas Treifat Bedouin di Desa al-Diyouk al-Fouqa, utara dari Kota Tua Jericho, di sebelah timur Tepi Barat
Sumber lokal mengatakan kepada WAFA bahwa tentara masuk ke komunitas Treifat dan menangkap Mustafa Rashaydeh, 12, dan Adnan Rashaydeh, 17, setelah menyerbu masuk ke rumah keluarga mereka dan menginterogasi orang tua mereka, menyebarkan ketakutan dan kehancuran di rumah mereka.
Sementara itu, dalam insiden lain, tentara Israel menembakkan gas air mata ke arah para siswa saat mereka menuju sekolah mereka di Desa Silat al-Harthiyeh, sebelah barat Jenin, Tepi Barat utara, menyebabkan beberapa siswa menderita lemas dan kepanikan di antara siswa.
Menurut angka terbaru dari Addameer, Asosiasi Dukungan Tahanan dan Hak Asasi Manusia Palestina, saat ini ada 4.700 tahanan politik Palestina di penjara dan pusat penahanan Israel, termasuk 150 anak-anak dan 34 perempuan tawanan. Jumlah ini mencakup sekitar 835 warga Palestina yang ditempatkan di bawah “penahanan administratif”, yang memungkinkan penahanan warga Palestina tanpa dakwaan atau persidangan untuk jangka waktu yang dapat diperbarui antara tiga dan enam bulan berdasarkan bukti yang dirahasiakan bahkan pengacara tawanan pun dilarang untuk melihat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








