Pasukan Israel pada Kamis pagi (1/12) menyerbu sebuah sekolah di Kota Tuqu‘, selatan kota Bethlehem. Walikota Tuqu’, Tayseer Abu Mefreh, mengatakan bahwa tentara bersenjata mengepung sekolah di dekat pintu masuk utara kota Tepi Barat selatan sebelum menyerbunya. Bassam Jaber, seorang pejabat dari Kementerian Pendidikan, mengatakan, tentara sempat menahan kepala sekolah dan para guru.
Pada akhir September, seorang anak laki-laki Palestina berusia tujuh tahun meninggal setelah melarikan diri dari tentara Israel di kota tersebut. Rayyan Yaser Suleiman sedang pulang dari sekolah bersama murid-murid lain ketika pasukan mengejarnya, mengakibatkan dia meninggal karena ketakutan, kata ayahnya, Yasser. Seorang tenaga medis yang memeriksa tubuh bocah itu mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda trauma fisik dan kematiannya kemungkinan diakibatkan oleh gagal jantung.
Pada hari yang sama, pasukan pendudukan Israel memblokir akses siswa ke sekolah di Desa Deir Samet, sebelah barat Kota Hebron, Tepi Barat, menurut koresponden WAFA. Sumber mengatakan bahwa tentara bersenjata melepaskan tembakan tabung gas air mata di sekitar Sekolah Dasar Akka, mencegat siswa dan guru dalam perjalanan mereka ke sekolah setelah sebuah kendaraan tentara terbalik di daerah terdekat. Yasser Saleh, seorang pejabat Kementerian Pendidikan, mengatakan para guru berhasil mengamankan akses siswa ke sekolah sambil memastikan tidak ada yang terluka.
Serangan terhadap pendidikan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Israel di Palestina merupakan pelanggaran berat terhadap hak anak atas pendidikan. Serangan-serangan ini sangat lazim di daerah yang paling rentan di Tepi Barat, seperti Area C, H2 dan Al-Quds (Yerusalem).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








