Sebanyak dua orang tawanan Palestina di penjara Israel saat ini masih melakukan aksi mogok makan terbuka, yaitu selama masing-masing 102 dan 16 hari berturut-turut. Aksi tersebut merupakan sebuah protes terbuka atas penahanan administratif mereka yang tidak adil, yaitu tanpa dakwaan atau persidangan.
Ra’ed Rayyan, (27 tahun), dari desa Beit Duqqu, barat laut Al-Quds (Yerusalem), telah melakukan mogok makan selama 102 hari sejak 3 November 2021. Ia menderita komplikasi kesehatan yang serius karena mogok makan yang panjang. Rayyan saat ini berada di klinik Penjara Ramla.
Khalil Awawdeh, (40 tahun), dari kota Idna di distrik Hebron, Tepi Barat selatan, telah kembali melakukan mogok makan selama 16 hari sebagai protes terhadap penahanan administratifnya yang berkepanjangan tanpa dakwaan atau pengadilan. Bulan lalu, Awawdeh membatalkan mogok makan 111 hari setelah otoritas penjara Israel menjanjikan penahanan administratifnya tidak akan mereka perpanjang. Akan tetapi, ia melanjutkan mogok makan seminggu kemudian setelah otoritas pendudukan mengingkari janji mereka untuk tidak mengakhiri perintah penahanannya yang tidak adil. Dia saat ini berada di rumah sakit Israel Assaf Harofeh. Awawdeh adalah ayah dari empat anak dan mantan tawanan di penjara Israel.
Kebijakan penahanan administratif Israel telah mendapat kecaman secara luas. Kebijakan ini memungkinkan penahanan warga Palestina tanpa tuduhan atau pengadilan untuk interval yang dapat diperpanjang antara tiga dan enam bulan. Mereka juga menahan berdasarkan bukti yang tidak jelas, bahkan pengacara tawanan tidak boleh untuk hadir.
Saat ini, Israel telah menahan lebih dari 680 warga Palestina melalui penahanan administratif. Kebanyakan dari mereka adalah mantan tawanan yang telah menghabiskan bertahun-tahun di penjara karena perlawanan mereka terhadap penjajahan Israel.
Penahanan administratif tergolong ilegal menurut hukum internasional. Amnesty International telah menggambarkan kebijakan penahanan administratif Israel sebagai “praktik yang kejam dan tidak adil yang membantu mempertahankan sistem apartheid Israel terhadap warga Palestina.”
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130073
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








