• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Tawanan Palestina Menghadapi Hukuman Mati De Facto Karena Zionis Israel Tolak Banding di Tengah Mogok Makan

by Adara Relief International
Oktober 11, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Pengadilan militer Israel di penjara Ofer telah menjatuhkan hukuman yang kejam dan tidak adil terhadap tawanan Palestina Kayed Al-Fasfous. Al-Fasfous (34 tahun), yang telah melakukan mogok makan selama 64 hari, sebagai protes terhadap penahanannya oleh Israel, tanpa tuduhan dan tanpa diadili.
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pengadilan militer Israel di penjara Ofer telah menjatuhkan hukuman yang kejam dan tidak adil terhadap tawanan Palestina Kayed Al-Fasfous. Al-Fasfous (34 tahun), yang telah melakukan mogok makan selama 64 hari, sebagai protes terhadap penahanannya oleh Israel, tanpa tuduhan dan tanpa diadili.

Keputusan pengadilan Israel untuk menolak permohonan pembebasan dini, yang diajukan atas memburuknya kesehatan al-Fasfous, telah memicu kemarahan internasional. Hal ini merupakan pukulan telak bagi mereka yang mengharapkan keadilan dan kasih sayang dalam masalah yang sudah berlangsung lama ini.

Kayed al-Fasfous, seorang warga Dura di Provinsi Hebron, Tepi Barat, ditangkap kembali oleh pasukan pendudukan Israel pada 2 Mei lalu di bawah penahanan administratif. Dia ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan formal, sebuah praktik yang menuai kecaman luas dari organisasi hak asasi manusia di seluruh dunia.

Cobaan berat yang dialami Al-Fasfous dimulai lebih dari setahun yang lalu ketika dia pertama kali ditahan. Penahanan ini memicu kekhawatiran atas kebijakan penahanan administratif yang dilakukan oleh penjajah Israel. Penahanan administratif merupakan praktik sewenang-senang yang memungkinkan Israel untuk memenjarakan warga Palestina hingga enam bulan tanpa pengadilan atau tuntutan. Yang mengejutkan, perintah penahanan ini dapat diperpanjang tanpa batas waktu, berdasarkan instruksi komandan militer Israel.

Menurut Masyarakat Tahanan Palestina (Palestinian Prisoner Society), ada sekitar 520 warga Palestina yang saat ini mendekam di penjara-penjara Israel di bawah penahanan administratif, dari total sekitar 4.500 tawanan Palestina. Praktik ini secara konsisten dikecam sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Komite Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Otoritas Palestina dengan tegas mengutuk keputusan pengadilan Israel, dan menyebutnya sebagai hukuman mati de facto bagi Al-Fasfous. Komite menyoroti durasi mogok makan yang berkepanjangan dan risiko yang mengancam nyawanya sebagai alasan keprihatinan besar mereka.

Kasus Kayed Al-Fasfous adalah pengingat nyata akan pelanggaran sistematis terhadap HAM dan martabat rakyat Palestina yang dijajah Israel selama lebih dari 75 tahun. Hal ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan perhatian dan tindakan internasional untuk mengatasi ketidakadilan yang sedang terjadi. Saat dunia menyaksikan, nasib Kayed Al-Fasfous berada di ujung tanduk, dan komunitas internasional bertanya-tanya apakah keadilan dan kemanusiaan akan menang dalam menghadapi ketidakadilan yang begitu kronis?

Sumber:

https://daysofpalestine.ps 

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: PalestinaTawananUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB: “Bagaimana Bisa Merayakan Ini Bersama Anda Sementara Palestina Masih Menderita”

Next Post

Polisi Israel Ingin Menggunakan Peluru Terhadap Pengunjuk Rasa Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
10

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
11
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
11
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
11
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
10
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
26
Next Post
Polisi Israel Ingin Menggunakan Peluru Terhadap Pengunjuk Rasa Palestina

Polisi Israel Ingin Menggunakan Peluru Terhadap Pengunjuk Rasa Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630