Tawanan Palestina yang dibebaskan oleh tentara Israel di Gaza utara pada Selasa (11/6) telah berbagi kesaksian tentang perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Kisah mereka dituturkan setelah tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan untuk perawatan.
Berikut adalah contoh kesaksian yang dibagikan oleh tawanan dari Gaza yang dibebaskan oleh pasukan Israel.
Berbicara dengan Euro-Med Human Rights Monitor di Rumah Sakit Kamal Adwan, Samir Abdullah Jamal Marjan, 23 tahun, mengatakan bahwa dia dipukuli para interogator ketika dia tidak dapat menjawab pertanyaan tentang Hamas karena dia adalah seorang warga sipil.
“Beberapa tawanan juga diberi suntikan yang tidak diketahui kandungannya,” kata Marjan, yang dipindahkan ke Penjara Ashkelon di “Israel” setelah dia ditahan di pos pemeriksaan Nablus dekat Kota Gaza pada 11 Maret.
“Saya dipukuli dan disetrum karena menolak disuntik (dengan zat yang tidak diketahui),” katanya.
Amr Abdel Fattah al-Aklouk mengatakan bahwa dia adalah penduduk Jalur Gaza yang sedang menjalani perawatan medis di Al-Quds (Yerusalem) pada bulan Oktober. Sejak saat itu, dia telah ditangkap tiga kali oleh pasukan Israel, dan ia memberi tahu Euro-Med tentang interaksinya dengan tawanan lain dari Gaza.
“Ada sekelompok tawanan Jalur Gaza yang ditetapkan sebagai ‘tahanan keamanan’,” kata al-Aklouk. “Sepanjang hari, mereka mengalami penindasan dan pemukulan acak yang kejam yang menyebabkan tubuh mereka berdarah,” katanya, menambahkan bahwa dia telah berbicara dengan salah satu tawanan, yang memintanya untuk menyampaikan kabar kepada keluarganya di Gaza, sehari sebelum dia dibunuh selama penyiksaan.
Seorang pria berusia 65 tahun dari Jabalia, di utara Jalur Gaza, yang tidak ingin membagikan namanya kepada Euro-Med karena alasan keamanan mengatakan bahwa para tawanan selalu diborgol.
“Sejak ditangkap, kami terus diborgol; kami harus memakainya bahkan ketika kami makan atau menggunakan kamar mandi,” katanya.
“Sebelum mereka membebaskan kami, salah satu penjaga mengancam saya, mengatakan, ‘Jangan mengeluh tentang apa pun kepada pers, atau kami akan datang lagi kepada Anda,'” katanya.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








