Lebih dari 4.500 pejuang kemerdekaan Palestina di penjara Israel pada Senin (22/8) memulai serangkaian tindakan untuk memprotes langkah-langkah Layanan Penjara Israel (IPS) yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka di penjara, menurut Masyarakat Tawanan Palestina (PPS). Para tawanan memulai langkah mereka dengan menolak untuk mengambil bagian dalam pemeriksaan keamanan pada Senin. Setelah dua minggu, mereka berencana untuk melakukan mogok makan.
Komite tawanan, yang mewakili semua faksi, telah memutuskan untuk memulai langkah-langkah protes setelah IPS mengingkari kesepahaman dengan para tawanan pada bulan Maret. Israel mengatakan kepada para tawanan yang menjalani hukuman seumur hidup bahwa mereka akan mulai membuat hidup lebih sulit bagi para tawanan. Israel terus-menerus mengubah kamar dan ruangan mereka, dan memindahkan mereka dari satu penjara ke penjara lain.
PPS mengatakan tindakan ini mendorong para tawanan untuk melanjutkan langkah protes mereka karena itu mempengaruhi stabilitas tawanan. Hal ini terutama karena tawanan dengan masa hukum panjang adalah yang paling berpengaruh dan “pimpinan” di penjara. Saat ini terdapat 4.500 pejuang kemerdekaan Palestina yang ditawan di penjara-penjara Israel, termasuk 31 perempuan , 175 anak di bawah umur, dan 700 tawanan administratif.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







