• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Tawanan Palestina Khader Adnan Meninggal di Penjara Israel setelah Mogok Makan Demi Menuntut Hal Berikut

by Adara Relief International
Mei 4, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Tawanan Palestina Khader Adnan Meninggal di Penjara Israel setelah Mogok Makan Demi Menuntut Hal Berikut
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Aktivis terkemuka Palestina Khader Adnan meninggal pada Selasa (2/5) di penjara Israel setelah hampir tiga bulan mogok makan. Adnan, seorang anggota kelompok perlawanan Jihad Islam Palestina, melakukan mogok makan sebagai protes atas penahanannya sejak 5 Februari, ketika dia ditangkap di rumahnya di Arraba, sebuah kota di Tepi Barat, selatan Jenin. 

Berita kematiannya memicu tembakan roket dari Jalur Gaza dan seruan untuk pemogokan umum dan protes di kota-kota Palestina. Pria berusia 45 tahun itu adalah tawanan Palestina pertama yang tewas akibat mogok makan di penjara Israel sejak 1992. Enam tawanan Palestina lainnya tewas dalam keadaan serupa dalam aksi mogok makan massal yang berbeda pada 1970, awal 1980-an, dan 1992.

Kesehatan Adnan telah menurun selama beberapa minggu terakhir. Keluarganya telah memperingatkan bahwa dia sedang sekarat dan menuding Israel melakukan kelalaian medis karena menolak memindahkannya ke rumah sakit sipil. Sementara itu, Otoritas Israel membuat klaim palsu dengan mengatakan bahwa Adnan “menolak untuk menjalani tes medis dan menerima perawatan medis” dan “ditemukan tidak sadarkan diri di selnya” di penjara Nitzan dekat Ramleh pada pagi hari.

Kelompok hak asasi manusia Israel untuk Hak Asasi Manusia Israel (PHRI) mengatakan telah mencoba meyakinkan otoritas Israel, termasuk kementerian kesehatan Israel dan layanan penjara Israel, untuk memasukkan Adnan ke rumah sakit untuk dipantau karena kesehatannya memburuk, tetapi ditolak. 

Beberapa hari sebelum kematiannya, ketua PHRI, Lina Qasem-Hasan memeriksa Adnan dan menyimpulkan dalam sebuah laporan medis bahwa ia harus segera dipindahkan ke rumah sakit untuk observasi. Upaya ini tidak berhasil, termasuk banding pribadi dan intervensi pengadilan dengan pihak-pihak ini, kata PHRI dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa dinas keamanan Israel juga menolak permintaan keluarga Adnan untuk mengunjunginya “walaupun  jelas ini bisa menjadi pertemuan terakhir mereka”.

Mantan tawanan Palestina Mohamed al-Qeeq, yang juga melakukan mogok makan pada 2016 selama 94 hari, mengatakan penangkapan Adnan dari rumahnya merupakan pelanggaran hukum internasional. Qeeq menggambarkan tuduhan terhadap Adnan sebagai “rekayasa”. Dia mengatakan Israel telah berulang kali menempatkan Adnan dalam penahanan administratif dan upaya untuk menghukumnya adalah “kejahatan” yang ditujukan untuk menahannya di penjara.

“Semua adegan ini memuncak dalam pembunuhan diam-diam tanpa kehadiran komite untuk menyelidiki atau memberikan kejelasan tentang nasibnya,” katanya kepada Middle East Eye. “Dia (Adnan) tidak memiliki senjata, dia hanya melakukan perlawanan paling damai di dunia, mogok makan, untuk menolak ketidakadilan sipir.”

Sumber: 

https://www.aljazeera.com

https://www.middleeasteye.net

https://www.aljazeera.com

https://english.wafa.ps

https://www.#

***

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaTawananUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Tembakkan Serangan Udara ke Gaza, Ini Penyebabnya

Next Post

Mengerikan! Israel Gunakan Teknologi Pemindai Wajah untuk Mengontrol Warga Palestina, Begini Cara Alat Tersebut Bekerja

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
22

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
17
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
17
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Mengerikan! Israel Gunakan Teknologi Pemindai Wajah untuk Mengontrol Warga Palestina, Begini Cara Alat Tersebut Bekerja

Mengerikan! Israel Gunakan Teknologi Pemindai Wajah untuk Mengontrol Warga Palestina, Begini Cara Alat Tersebut Bekerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630