Sebanyak 500 tawanan administratif Palestina di penjara Israel terus memboikot Pengadilan Militer Israel selama 68 hari berturut-turut. Kelompok advokasi tawanan Palestina mengatakan langkah ini dilakukan sebagai protes terhadap penahanan administratif Israel yang tanpa tuduhan atau pengadilan.
Tawanan administratif Palestina telah memboikot Pengadilan Militer Israel sejak 1 Januari 2022. Di antara 500 tawanan administratif terdapat 4 anak di bawah umur dan seorang perempuan.
Boikot tersebut mencakup sidang-sidang awal untuk menegakkan perintah penahanan administratif, serta sidang-sidang banding dan sidang-sidang selanjutnya di Mahkamah Agung.
Tawanan yang sakit di penjara Israel juga telah memboikot klinik penjara, obat-obatan, dan pemeriksaan kesehatan. Para tawanan mengatakan bahwa langkah mereka merupakan kelanjutan dari upaya lama Palestina “untuk mengakhiri penahanan administratif yang tidak adil.”
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








