Itimad al-Qanou, seorang ibu Palestina yang berjuang memberi makan ketujuh anaknya, merasa ditinggalkan oleh semua orang.
Dia terkadang merasa bahwa kematian adalah cara terbaik untuk mengakhiri penderitaan keluarganya setelah Israel selama setahun agresi telah mengubah Gaza menjadi tanah terlantar yang setiap harinya dibom dan dilanda kelaparan.
“Biarkan mereka menjatuhkan bom nuklir dan mengakhirinya. Kami tidak menginginkan kehidupan yang kami jalani ini; kami sekarat perlahan-lahan. Kasihanilah kami. Lihatlah anak-anak ini,” kata ibu dari tiga anak laki-laki dan empat anak perempuan berusia antara delapan dan 18 tahun itu.
Anak-anak di Deir al Balah berkerumun di sebuah tempat amal dengan panci-panci kosong, menunggu makanan. Pekerja bantuan membagikan sup kacang lentil. Namun, itu tidak akan pernah cukup untuk menghilangkan rasa lapar dan meredakan kepanikan yang meluas.
Qanou mengatakan keluarganya menghadapi serangan udara Israel yang telah membunuh puluhan ribu orang dan meratakan sebagian besar Gaza di satu sisi, dan kelaparan di sisi lain.
“Tidak ada yang memperhatikan kami, tidak ada yang peduli dengan kami. Saya meminta negara-negara Arab untuk mendukung kami, setidaknya membuka perbatasan agar makanan dan pasokan dapat sampai kepada anak-anak kami,” katanya.
“Mereka semua pembohong; mereka berbohong kepada rakyat. Amerika Serikat berdiri bersama Israel melawan kita, mereka semua bersatu melawan kita.”
Truk yang membawa bantuan kemanusiaan diizinkan melewati persimpangan Beit Hanoun (Erez) ke Gaza utara pada Senin (11/11).
Kelompok perjuangan Palestina, Hamas, menyatakan bahwa Israel menggunakan kelaparan dan kehausan sebagai senjata perang terhadap rakyat Gaza dengan memblokir akses makanan, air, dan obat-obatan, bagian dari pemusnahan selama lebih dari setahun. Pejabat Hamas Osama Hamdan menuding Israel telah menyebabkan kelaparan yang menghancurkan keluarga dan membiarkan anak-anak meninggal.
Selain itu, Israel disebut mencegah bantuan medis dan menghancurkan rumah sakit, memperburuk penderitaan warga menjelang musim dingin. Menurutnya, genosida dan penghilangan paksa terus berlanjut terhadap lebih dari 2 juta warga Gaza, menyebabkan tragedi kemanusiaan yang mendalam.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








