Tawanan Palestina di penjara Israel, Nasser Abu Hamid, telah meninggal dalam penjara akibat kelalaian medis, Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan mengumumkan pada Selasa (20/12). Nasser (50), dipindahkan dari Penjara Ramle ke Pusat Medis Shamir (Pusat Medis Assaf Harofeh) oleh pasukan pendudukan setelah kesehatannya memburuk dengan cepat sehari sebelumnya.
Nasser didiagnosis memiliki tumor di kakinya pada Agustus 2021. Tumor tersebut sempat diangkat tetapi dokter mengatakan dia perlu menjalani pengobatan kemoterapi lebih lanjut. Akan tetapi, otoritas penjara Israel menunda aksesnya untuk pengobatan sehingga kanker menyebar ke seluruh tubuhnya.
Abu Hamid berasal dari Kamp Al-Amari dekat Ramallah. Ia ditangkap pada 2002 dan dijatuhi tujuh hukuman seumur hidup ditambah 50 tahun atas tuduhan berpartisipasi dalam pembentukan Brigade Syuhada Al-Aqsa yang berafiliasi dengan gerakan Fatah, dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan Israel.
Dia memiliki lima saudara kandung yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel, sementara saudaranya yang keenam terbunuh pada 1994. Pasukan pendudukan telah menghancurkan rumah keluarga mereka pada beberapa kesempatan dan menolak kunjungan ibu mereka untuk melihat anak-anaknya di penjara selama bertahun-tahun.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








