Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza utara semakin mendekati bencana besar setelah agresi Israel yang terus berlanjut selama 48 jam terakhir. Menurut Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, utara Gaza, sekitar 200 warga Palestina yang menjadi terbunuh masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang dihancurkan oleh tentara pendudukan Israel.
Dalam sebuah rekaman video yang dirilis, Dr. Abu Safiya mengatakan, “Kami sangat sedih mendengar suara-suara orang yang masih hidup meminta bantuan dari bawah reruntuhan. Namun, setiap upaya penyelamatan oleh warga menjadi mustahil karena mereka kembali menjadi sasaran serangan pesawat tempur Israel.”
Serangan ini termasuk pembantaian terhadap keluarga Al-Araj, Albaba, Elian, dan Warsh Agha. Penargetan rumah keluarga Al-Araj menjadi salah satu tragedi terbesar karena ketika itu terdapat sekitar 100 orang di dalam rumah tersebut. “Hanya satu orang yang selamat, seorang karyawan di bagian binatu Rumah Sakit Kamal Adwan, yang kebetulan sedang bekerja saat penggerebekan,” ungkap Abu Safiya.
Selain krisis kemanusiaan, rumah sakit di Gaza menghadapi tantangan besar. Pasokan peralatan medis, obat-obatan, dan perlengkapan medis sekali pakai sangat dibatasi oleh blokade Israel. Ambulans pun kesulitan untuk mencapai rumah sakit akibat serangan yang terus berlangsung.
Saat ini, Rumah Sakit Kamal Adwan merawat 63 pasien, mayoritas korban luka. Di antara jumlah tersebut terdapat sembilan pasien di unit perawatan intensif, termasuk dua bayi yang baru lahir. “Kami berjuang dengan sumber daya yang sangat terbatas untuk menangani kondisi ini, sementara kebutuhan terus meningkat,” tambah Abu Safiya.
Tragedi ini menggarisbawahi urgensi bagi masyarakat internasional untuk menghentikan agresi yang terus berlangsung dan memberikan bantuan kemanusiaan yang memadai bagi warga Palestina yang terjebak dalam krisis ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








