Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ekrima Sabri, mengatakan bahwa pemerintah Israel berupaya dengan segala daya untuk membagi Al-Aqsa secara temporal dan spasial, dengan mengintensifkan serangan pemukim Yahudi ke halamannya dan mencegah akses jamaah Palestina.
Sheikh Sabri, yang beberapa waktu lalu dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa, menyebut penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 2.000 pemukim, yang dipimpin oleh menteri sayap kanan Ben Gvir dan Goldknopf di bawah perlindungan polisi, merupakan serangan terhadap tempat-tempat suci dan “melampaui semua batas.”
Para pemukim memanfaatkan “hari raya Yahudi” itu untuk memaksakan realitas baru di Al-Aqsa, tambahnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pemerintah Israel berusaha dengan segala cara untuk membagi Masjid tersebut secara temporal dan spasial, dengan mencegah jamaah Palestina memasuki Al-Aqsa, seraya memfasilitasi serangan para pemukim.
Ia juga menyoroti bahwa pendudukan Israel mengeksploitasi agresi genosida di Jalur Gaza untuk mengambil kendali penuh atas tempat suci tersebut.
Syekh Sabri menegaskan bahwa penyerbuan dan pelanggaran yang dilakukan para pemukim tidak akan mengubah kenyataan di Masjid Al-Aqsa, dan masyarakat Al-Quds (Yerusalem) akan terus mempertahankan Masjid Al-Aqsa serta tempat-tempat suci mereka
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








