• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Syatila, Wanita Badui Penuh Ambisi Perlawanan

by Adara Relief International
Oktober 22, 2017
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Syatila, Wanita Badui Penuh Ambisi Perlawanan
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ketika pengadilan militer Zionis memvonis Syatila Abu Iyadah, wanita muda berusia 24 tahun asal Kafer Qasim, dengan hukuman penjara 16 tahun, sebagian pihak menasehatinya agar kasusnya ini dibawa ke pengadilan sipil agar mendapatkan keringanan hukuman, namun dia menolak. Kepada jaksa dan orang yang menasihatinya, Syatila mengatakan, “Kalian yang menyebabkan kami dalam bencana, kami keluar di jalan Allah untuk membela diri kami melawan kedzaliman penjajah.”

Peta perlawanan Palestina tersebat di seluruh negeri, mencakup semua elemen rakyat, dalam rangka melawan penjajah dan membalas aksi kejahatannya. Mereka terus melakukan perlawanan sampai pembebasan tanah Palestina. Jalan inilah yang ditempuh Syatila Abu Iyadah, seorang wanita muda bebas dan merdeka.

Syatila lahir di tengah-tengah keluarga badui yang tinggal di desa Kafer Qasim. Dia tumbuh dan berkembang di rumah yang konservatif. Sejak kecil dia sudah hidup dengan perjuangan, kreatif dan ambisius. Bekerja, belajar dan berjuang dengan sungguh-sungguh.

Pada 3 April 2016, Syatila berangkat ke kawasan industri di Ras Ain di daerah Matsulats, di dalam wilayah Palestina terjajah sejak tahuan 1948. Dia membawa pisau di tengah keramaian penduduk dan menikam seorang pemukim Yahudi. Puluhan pemukim Yahudi marah dan mereka berusaha menabraknya beberapa kali. Namun dia terus mengejar mereka hingga akhirnya mereka melarikan diri. Tidak lama setelah itu, pasukan polisi Zionis dan penjaga perbatasan dalam jumlah besar menyerangnya sampai akhirnya mereka berhasil menangkapnya.

Ibunya, Ummu Musa, mengatakan bahwa dia bangga dengan putrinya tersebut. Karena dia tahu betul bahwa akal, pemikiran dan wawasan Syatila sangat tinggi. Dia sudah berjuang sejak kecil. Betul-betul mendiri dalam hal pendidikan meskipun dia adalah anak gadis yang manja. Dia adalah kafilah terakhir dan sangat dihormati di antara keluarganya.

Sebelum melakukan aksinya, tidak ada satupun dari anggota keluarganya yang mengetahui bahwa Syatila adalah satu-satunya yang berharap gugur mati syahid dan merencanakan untuk itu.

Syatila menghidangkan thyme atau timi rebus untuk saudara laki-lakinya dan mengeuarkan kantong daging dari kulkas, kemudian meletakkannya di atas meja daput untuk menyiapkan makan siang. Dia minta izin saudaranya lima menit lagi untuk kembali untuk menyiapkan makan siang.

Syatila tidak kembali ke rumah, namun berada di sel interogasi. Dia menjalani interogasi selama 30 hari terus-menerus, sementara keluarganya tidak tahun apa yang terjadi kecuali setelah tersiar berita aksi penikaman tersebut.

Setelah keluar dari sel interogasi, Syatila dipindahkan ke penjara Hasharon di Tel Aviv. Saat keluarga mengunjunginya, dia menceritakan penderitaan yang dialaminya selama penahanan dan interogasi yang berlangsung terus-menerus.

Ummu Musa mengatakan, Syatila melakukan aksinya ini setelah mengetahui bahwa penjajah Zionis menyiksa orang-orang Palestina dan melecehkan kehormatannya. Kepada serdadu Zionis yang memeriksanya Syatila mengatakan bahwa dia melakukan aksi ini sebagai balasan untuk keluarga Dawabisah dan Abu Khidhir, juga untuk saudaranya, Musa, yang mengalami serangan dari sekelompok pemukim Yahudi, di lokasi yang sama. Aksi penyerangan ini terekam oleh kamera.

Peristiwa itu terjadi satu setengah tahun sebelum penangkapan Syatila, namun pihak penjajah Zionis tidak melakukan penyelidikan dan tidak peduli dengan apa yang terjadi, meski saudaranya mengalami luka sejumlah tikaman di paha yang hampir membuatnya kehilangan nyawa.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Di pengadilan, di kota Elad, Syatila divonis penjara 16 tahun dan denda 100 ribu shekel. Dia didakwa sejumlah tuduhan. Di antaranya membuat bom, berusaha memasang bom di daerah dan pertokoan Zionis, dituduh melakukan upaya pembunuhan 8 kali.

Syatila adalah satu-satunya tawanan Palestina di penjara Zionis yang berasal dari keluarga badui di wilayah Palestina terjajah tahun 1948. Keluarganya berharap dia bisa bebas dalam pertukaran tawanan yang memasukkan nama-nama para tawanan asal wilayah Palestina terjajah sejak tahun 1948, berbeda dengan pertukaran sebelumnya, di mana penjajah Zionis mengecualikan tawanan asal wilayah Palestina 1948.

Di antara sikap kepahlawanan yang dikenal dari Syatila adalah penolakannya masuk ke ruang interogasi dan pengadilan tanpa hijab, setelah hijabnya dirobek-robek oleh serdadu Zionis. Bahkan dia menutupi tubuh dan kepalanya dengan kertas dan kain yang tersisa dari pakaiannya. Dia masuk persidangan dengan mengangkat jari telunjuknya.

Dia juga menolak membawa kasusnya dari pengadilan militer ke pengadilan sipil untuk mendapatkan hukuman ringan sesuai dengan UU Zionis. Dia mengatakan bahwa dia melakukan itu dengan keyakinan bahwa orang-orang Palestina adalah bangsa yang terdzalimi, teraniaya dan tertindas.

Saat in Syatila menjalani tahun kedua hukumannya di penjara Hasharon. Selain dirnya, di penjara Hasharon ada tawanan wanita lain asal wilayah Palestina terjajah sejak tahun 1948, yaitu Shabirin Zubaidat. Ibu dari dua bocah yang dihukum 4 tahun pejara dan sudah dijalani dua tahun. (was/pip)

Baca lebih lanjut di
https://melayu.palinfo.com/5927
@Copyright Pusat Informasi Palestina,All right reserved

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pertemuan Akbar ke 9 Aktifis Palestina International

Next Post

Kekejaman Tentara Israel Kepada Murobithoh Al Aqsa

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Hanadi Hilwani

Kekejaman Tentara Israel Kepada Murobithoh Al Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630