Menyusul kemenangan Inggris 3-0 atas Senegal di babak sistem gugur turnamen, sekelompok suporter Inggris menjadi narasumber dalam wawancara di luar Stadion Al-Bayt di kota Al-Khor. Selama siaran berlangsung, reporter bertanya kepada para suporter apakah sepak bola memang “coming home“–mengacu pada lagu kebangsaan sepak bola dan ujaran yang selalu dilontarkan suporter Inggris setiap kali skuad kebanggaan mereka tampil di kejuaraan besar. Setelah mengiyakan, salah satu dari mereka mengambil mic dan menyatakan “Tapi yang lebih penting, bebaskan Palestina!”
Video yang mendapat banyak pujian dari pengguna pro-Palestina di Twitter tersebut akhirnya menarik perhatian seorang penggemar yang mengidentifikasi dirinya sebagai Harry Hatton. Dia men-tweet “Bebaskan Palestina” menggunakan emoji bendera. Hatton bukan satu-satunya suporter Inggris yang menyuarakan dukungan untuk perjuangan Palestina selama Piala Dunia ini, dalam video TikTok, seorang penggemar dengan bendera Inggris yang dilukis di wajahnya, mengatakan di luar Stadion Ahmad Bin Ali kepada akun QatarLiving bahwa dia memiliki dua hal untuk dikatakan, yaitu “Satu, sepak bola akan pulang ke rumah (Inggris)” dan “Dua, Falasteen Hurra! [Bebaskan Palestina]”.
Ada juga banyak kasus suporter sepak bola Arab menolak wawancara dengan jurnalis Israel yang meliput Piala Dunia. Seorang penggemar Saudi difilmkan mengatakan kepada seorang reporter Israel bahwa “Tidak ada Israel, hanya Palestina” dan mengatakan bahwa orang Israel tidak diterima di Qatar. Meskipun tidak secara resmi mengakui Israel, Doha mengizinkan beberapa jurnalis Israel untuk terbang langsung ke negara tuan rumah sebagai bagian dari pengaturan yang ditengahi FIFA.
Piala Dunia tahun ini, yang pertama kali berlangsung di Timur Tengah, telah menyaksikan bentuk dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Palestina, baik di antara para penggemar maupun pemain dari tim yang bersaing. Selama pertandingan pekan lalu antara Tunisia dan Prancis, yang berakhir dengan kemenangan menakjubkan bagi Tunisia, seorang pendukung Tunisia menyerbu lapangan sambil mengibarkan bendera Palestina, yang disambut teriakan “Palestina!” dari penonton sebagai bentuk dukungan.
Setelahnya, Maroko mengalahkan Kanada 2-1 untuk mengamankan tempat mereka di Perempat Final, menjadikan mereka satu-satunya negara Arab di Piala Dunia. Terakhir kali Maroko berhasil melaju hingga babak tersebut adalah pada 1986. Usai pertandingan, para pemain terlihat mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








