Suku-suku Palestina di Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, pada Ahad (6/7) menolak keras usulan pembentukan “ pemerintahan koalisi kesukuan” di kota tersebut sebagai imbalan atas pengakuan terhadap Israel sebagai negara Yahudi. Penolakan ini muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa sejumlah kepala suku di Al-Khalil mengirim surat kepada Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, yang berisi tawaran tersebut.
Surat itu diklaim berisi usulan pengakuan terhadap Israel sebagai negara Yahudi dan penerimaan para penandatangan surat sebagai perwakilan resmi warga Arab di wilayah Al-Khalil. Selain itu, surat tersebut juga mencantumkan keinginan untuk ikut serta dalam Abraham Accords—perjanjian yang disponsori AS untuk normalisasi hubungan dengan Israel.
Namun, para pemuka suku di Al-Khalil membantah keterlibatan mereka dan menyatakan bahwa proposal tersebut tidak mewakili suara masyarakat Palestina.
“Rakyat Palestina adalah bangsa yang sadar. Tidak mungkin mereka akan mengkhianati perjuangan mereka,” kata Nafez al-Jaabari, juru bicara mereka dalam konferensi pers.
Ia menegaskan bahwa keluarganya, suku al-Jaabari, sepenuhnya menolak dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh Wadee’ al-Jaabari, sosok yang disebut sebagai pengusul dalam laporan tersebut. “Ia bukan bagian dari suku kami, dan bukan penduduk Al-Khalil,” ujarnya.
Nafez juga menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan nasionalisme Palestina, serta hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka dengan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) sebagai ibu kotanya.
Penegasan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekerasan oleh tentara dan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Sejak agresi Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, setidaknya 989 warga Palestina telah dibunuh dan lebih dari 7.000 terluka di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Sementara itu, Mahkamah Internasional (ICJ) dalam opini pentingnya pada Juli 2023 menyatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan pengosongan semua permukiman Israel di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/palestinian-tribes-reject-proposal-to-establish-tribal-emirate-in-hebron/3623633
https://www.#/20250707-palestinian-tribes-reject-proposal-to-establish-tribal-emirate-in-hebron/







