Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, mengatakan bahwa pendudukan Israel belum menghentikan pengeboman terhadap rumah-rumah penduduk, khususnya di wilayah utara Jalur Gaza.
Basal mengonfirmasi dalam keterangan persnya pada Ahad (3/11), bahwa pengeboman ini telah mengakibatkan hancurnya sejumlah besar bangunan dan infrastruktur, bahkan penyedia layanan pun tak luput dari pengeboman ini.
Ia menunjukkan bahwa serangan artileri dan pesawat tak berawak Israel menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap warga, menciptakan keadaan ketakutan dan teror yang terus-menerus.
Ia mengatakan bahwa semua seruan yang disampaikan kepada organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan belum berhasil mengubah situasi mengerikan yang dihadapi warga di Jalur Gaza.
Ia mengingatkan bahwa sistem medis dan pertahanan sipil sama sekali tidak aktif di wilayah utara, dan mereka belum diizinkan kembali melakukan operasi penyelamatan.
Lebih jauh lagi, ia mencatat bahwa tentara pendudukan Israel tidak mengizinkan masuknya kendaraan dan peralatan pertahanan sipil selama lebih dari 400 hari. Hal ini menegaskan niat tentara pendudukan Israel yang hendak membiarkan sistem pertahanan sipil dalam keadaan lumpuh, tidak mampu menanggapi keadaan darurat.
Ia menekankan bahwa terdapat lebih dari 100.000 warga wilayah Gaza utara yang tidak memiliki makanan, air, atau obat-obatan, dan mereka semua sangat membutuhkan kebutuhan hidup dasar, namun “sayangnya, kami tidak dapat memberikan bantuan apa pun kepada mereka.”
COGAT, badan Israel yang mengatur bantuan ke Gaza, melaporkan penurunan tajam dalam jumlah bantuan yang masuk. Sejak Oktober, 26.399 ton bantuan telah dikirim ke Gaza, dibandingkan 87.445 ton pada September dan rata-rata 95.513 ton bulanan tahun ini. COGAT menyebut penurunan ini akibat berkurangnya pengiriman internasional, meski data menunjukkan bahwa penyebabnya adalah penutupan penyeberangan Karem Abu Salem selama separuh Oktober karena hari raya Yahudi.
Pada Oktober, 859 truk makanan masuk ke Gaza, jauh di bawah rata-rata bulanan 3.591 truk. Israel memperketat pengepungan Gaza sejak Oktober lalu, menutup penyeberangan dan melarang bantuan penting.
Basal menekankan dan mendesak dunia untuk meningkatkan tekanan masyarakat internasional agar membantu para penyedia layanan dan memungkinkan mereka memenuhi tugas kemanusiaan mereka sesuai dengan hukum humaniter terkait.
Ia berkata, “Kami tidak meminta apa pun selain bantuan kemanusiaan untuk rakyat kami di tengah agresi di Jalur Gaza, dan kami berharap dapat melanjutkan pekerjaan kami tanpa hambatan apa pun.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








