Menteri Israel yang berhaluan sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, telah mengarahkan Layanan Penjara Israel untuk mengurangi kunjungan keluarga bagi tawanan Palestina di penjara-penjara Israel dari sebulan sekali menjadi dua bulan sekali.
Ben-Gvir menyatakan pada Jumat (2/9), “Layanan Penjara harus secara ketat mematuhi persyaratan hukum kunjungan keluarga bagi tawanan keamanan setiap dua bulan.”
Menurut Haaretz, keputusan tersebut diumumkan meskipun terdapat keberatan dari Dinas Keamanan Shin Bet dan Dinas Penjara Israel, yang keduanya memperingatkan bahwa hal tersebut dapat membahayakan situasi keamanan.
Sebagai tanggapan, kepala Otoritas Tawanan Palestina memberi tahu Haaretz bahwa mereka tidak akan membiarkan tindakan ini berlalu tanpa perlawanan. Mereka mengantisipasi terjadinya mogok makan dalam dua pekan, jika tindakan ini tetap berlaku.
Selain itu, Ketua Masyarakat Tawanan Palestina, Qaddura Fares, dalam pernyataannya, mengkritik tindakan tersebut sebagai diskriminatif. Dia mengatakan keputusan Ben-Gvir adalah bagian dari “pendekatan rasis yang bertujuan merugikan para tahanan dan keluarga mereka. Keputusan ini melanggar hak-hak dasar para tawanan dan jelas melanggar hukum Israel dan standar hukum internasional.”
Sekitar 1.000 tawanan kini mengancam akan melakukan mogok makan sebagai protes atas tindakan terbaru Ben-Gvir terhadap mereka. Banyak di antara mereka yang ditahan secara administratif – tanpa dakwaan atau pengadilan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








