• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Suara Hati Para Orang Tua di Gaza: Bukan Ledakan Bom Hal yang Paling Kami Takuti

by Adara Relief International
Mei 11, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kisah Pilu Perempuan Palestina yang Tak Sempat Kenakan Mas Kawin Akibat Serangan Gaza 
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram
Issam A. Adwan, seorang jurnalis di Gaza, membagikan kisahnya kepada MEE tentang agresi Gaza yang baru saja terjadi:

Saya merasa udara menggantung berat saat rasa takut yang luar biasa meresap ke kamar tidur dan perasaan tidak nyaman merayapi kulit. Sekitar pukul 02.00 (23.00 GMT) pada Selasa, 9 Mei, goncangan hebat akibat pengeboman di luar membangunkan saya. Saya memeriksa telepon saya dan ketakutan terburuk saya terbukti ketika saya melihat berita bahwa militer Israel sekali lagi menyerang Gaza. Daerah saya, khususnya, berada dalam bahaya besar menjadi sasaran berikutnya dari pesawat tempur Israel. Sebagai seorang jurnalis, saya menggunakan Twitter untuk memberi tahu dunia apa yang sedang terjadi.

Statistik mengerikan tersebut merupakan indikasi meningkatnya kekerasan. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan udara Israel pada dini hari merenggut nyawa 15 warga Palestina, termasuk empat wanita dan empat anak. Tragedi pembunuhan ini semakin menggarisbawahi sifat tidak masuk akal dari kekerasan Israel. Saya kemudian memikirkan perang sebelumnya pada 2008–2009; 2012; 2014; 2021; dan 2022 dan ingatan akan nyawa tak berdosa yang telah hilang, termasuk anak-anak dan wanita.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Saya selalu tahu bahwa ketidakpastian hidup di Gaza adalah beban berat bagi orang tua, dan rasa takut kehilangan anak setiap saat adalah mimpi buruk yang terus menerus. Tetapi setelah putri saya, Sarah, lahir hampir setahun yang lalu, apa yang saya ketahui secara abstrak menjadi semakin nyata. Sebagai orang tua, menghadapi perang ini dan akibatnya bisa terasa melemahkan. Ketika saya melihat ke dalam mata anak saya, saya tidak bisa tidak merasakan beratnya situasi kami; bertanya-tanya bagaimana masa depannya atau apakah dia akan memilikinya ataukah harapan dan impiannya akan tergantikan dengan rasa takut dan kehilangan, kesedihan dan trauma.

Ketegangan menggantung berat di udara malam saat suara ledakan bergema di seluruh area. Di seluruh Gaza, para orang tua berkumpul dengan erat bersama anak-anak mereka, melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka dan meyakinkan mereka bahwa mereka akan baik-baik saja, meskipun dalam hati mereka tahu bahwa tidak ada jaminan. Dengan setiap serangan baru, momok kematian semakin dekat, menutupi hidup dan impian kami untuk anak-anak kami. 

Realitas menjadi orang tua di tempat yang dilanda perang seperti Gaza berarti perjuangan terus-menerus antara harapan dan keputusasaan. Namun, kematian, bagi kami, terasa lebih mudah daripada membayangkan bahwa anak kami akan menjadi yang berikutnya. Setiap hari, kami dihadapkan pada bukti suram dari keberadaan kami yang retak: gedung-gedung yang dibom, rumah sakit darurat, dan kehidupan teman dan tetangga kami yang hancur.

Pada keheningan di antara kekacauan, saya melihat bayi saya tidur, dadanya naik dan turun dengan napas yang lembut. Saya mengagumi kepolosannya dan kemampuannya untuk bersuka cita, meski pada waktu yang sama, saya tertegun membayangkan dunia yang hanya menunjukkan begitu sedikit kebaikan kepada anak-anak Palestina. Saat saya menatap mata anak saya, saya melihat secercah mimpi yang dia bawa di dalam dirinya: mimpi tentang kehidupan yang bebas dari ancaman kekerasan yang terus-menerus, tentang dunia di mana dia dapat tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut.

Tragedi ini menusuk hati seperti ditikam belati, dan rasa sakitnya tidak pernah benar-benar hilang. Mau tidak mau saya menempatkan diri saya pada posisi orang tua yang terpaksa mengubur anak-anak mereka, yang harapan, impian, dan tawanya dipadamkan oleh mekanisme perang yang tidak manusiawi. Merasakan hal ini menyebabkan saya sangat tertekan secara emosional, terombang-ambing antara kemarahan, kesedihan, dan perasaan tidak berdaya yang mendalam.

Bagi seorang pengungsi seperti saya, yang kakeknya termasuk di antara orang-orang yang lolos dari kematian di kota Barbara yang hancur (sekarang menjadi bagian dari Ashkelon), pengeboman yang terus berlanjut adalah pengingat serius bahwa Nakba belum berakhir. Saat kami memperingati 75 tahun Nakba pada bulan ini, kami menyadari bahwa bencana kehilangan tanah air kami pada tahun 1948 terus membentuk hidup kami dan perjuangan kami yang berkelanjutan untuk keadilan.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kisah Pilu Perempuan Palestina yang Tak Sempat Kenakan Mas Kawin Akibat Serangan Gaza 

Next Post

Senangnya! Adara Hadiahkan Baju Lebaran untuk Anak Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
18

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
15
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
22
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
Senangnya! Adara Hadiahkan Baju Lebaran untuk Anak Palestina

Senangnya! Adara Hadiahkan Baju Lebaran untuk Anak Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630