Asosiasi Perempuan untuk Palestina mengeluarkan sebuah studi yang mengkaji tentang pelanggaran Israel terhadap perempuan Palestina selama 2021 dengan berbagai cara yang melanggar hak hidup dan keamanan fisik, baik itu melalui serangan harian terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds, maupun selama agresi Israel di Jalur Gaza pada Mei 2021.
Perempuan Palestina menjadi sasaran berbagai jenis penargetan, termasuk pembunuhan, penyiksaan, dan pemindahan paksa. Perempuan Palestina juga menderita tekanan psikologis sebagai akibat dari praktik pendudukan terhadap dirinya dan keluarganya.
Studi yang dilakukan oleh peneliti Iman Abu al-Khair menyoroti penderitaan perempuan tawanan Palestina di penjara pendudukan dan pelanggaran hak mereka atas kebebasan dan keamanan. Studi tersebut membahas pelanggaran pendudukan Israel atas hak kehidupan yang aman, dengan memantau penderitaan perempuan Palestina akibat penggusuran dan pengusiran dari rumah mereka. Studi ini juga mendokumentasikan pelanggaran Israel terhadap hak perempuan Palestina untuk hidup (pembunuhan dan penyiksaan).
Studi tersebut mendokumentasikan wafatnya 72 perempuan dan anak perempuan Palestina selama 2021. Sebanyak 47 perempuan dan 25 anak perempuan wafat di Jalur Gaza sebagai akibat dari agresi Israel pada Mei lalu. Sementara itu, 7 perempuan wafat di Tepi Barat Barat dan Al-Quds. Berdasarkan penelitian, jumlah yang wafat menurut Kementerian Kesehatan Palestina adalah 259; 194 laki-laki atau 74,9%, dan 65 perempuan, atau 25,1%.
Sumber :
http://www.womenfpal.com/news/2022/2/17/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








