Analis politik dan penulis Al-Maqdisi Rasem Obeidat membenarkan bahwa situasi di Al-Quds dan Tepi Barat sedang menuju eskalasi dan ledakan seiring dengan mendekatnya bulan suci Ramadan. Ia mengatakan bahwa pemerintah pendudukan, yang mengalami krisis politik internal dan ketakutan akan jatuhnya kekuasaan mereka, sedang melanjutkan rencananya untuk melakukan Yahudinisasi Al-Quds di seluruh wilayah Palestina dengan mengintensifkan pembangunan permukiman dan merebut tanah Palestina.
Ia menunjukkan bahwa pendudukan juga melanjutkan strategi pengusiran, pemindahan, pencabutan dan pembersihan etnis, di kota Al-Quds khususnya, seperti yang terjadi di Sheikh Jarrah dan enam lingkungan Silwan dan daerah lainnya. Dia juga mengatakan bahwa sementara Al-Quds menyaksikan pembantaian terhadap penduduk Palestina, Tepi Barat menyaksikan intensifikasi serangan pemukim terhadap penduduk.
Obeidat menunjukkan bahwa apa yang terjadi dengan orang-orang Palestina, memicu tindakan perlawanan yang meningkat melalui operasi individu seperti penusukan, penembakan, dan serangan terorganisasi. Ia menambahkan: “Dalam waktu tidak lebih dari dua bulan, kami menyaksikan wafatnya sepuluh martir di Tepi Barat dan Al-Quds, termasuk tiga anak; di Silat Al-Harithiya, satu lagi di Al-Khader, dan yang ketiga di Kota Abu Dis, sebelah timur Al-Quds.”
Sumber :
http://www.womenfpal.com/news/2022/3/9/عبيدات–الاوضاع–في–القدس–والضفة–ذاهبة–نحو–التصعيد–والانفجار
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








