Ahad (27/10), Setidaknya sembilan orang terbunuh dalam serangan udara Israel lainnya terhadap sekolah yang dikelola PBB yang dijadikan tempat perlindungan bagi warga sipil di sebelah barat Kota Gaza, kata sumber medis.
Dua puluh orang lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan Sekolah Asma, yang dikelola oleh badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di kamp pengungsi Shati, sumber tersebut menambahkan.
Serangan itu merupakan serangan kedua yang menargetkan sekolah yang sama dalam beberapa hari. Serangan udara Israel menghantam sekolah tersebut pada 19 Oktober, membunuh sedikitnya 10 orang dan melukai beberapa lainnya. Di antara korban terbunuh termasuk seorang anak perempuan Palestina berusia sembilan tahun, Zaina Al-Ghoul yang sedang menunggu biskuit dan tiga wartawan.
Israel secara sistematis menargetkan fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah, di tengah serangannya yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Berdasarkan aturan perang, menargetkan fasilitas sipil tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Tentara Israel terus melancarkan serangan dahsyat di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Hampir 43.000 orang terbunuh sejak itu, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 100.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut dan mengakibatkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.
Sumber:
https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








