Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sembilan truk bantuan kemanusiaan telah diizinkan masuk ke Jalur Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom pada Senin (20/5), setelah Israel untuk sementara waktu melonggarkan blokade total selama hampir tiga bulan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher, menyebut langkah ini sebagai perkembangan positif, namun masih jauh dari cukup. “Ini langkah yang patut disambut, tetapi hanya setetes di lautan kebutuhan mendesak. Bantuan dalam jumlah jauh lebih besar harus segera diizinkan masuk, mulai besok pagi,” ujarnya.
Menurut PBB, Gaza memerlukan sedikitnya 500 truk bantuan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduknya. Namun, hingga saat ini hanya sembilan truk — sebagian besar membawa bahan makanan dan nutrisi, termasuk untuk bayi — yang berhasil memasuki wilayah Gaza sejak penutupan total perlintasan pada 2 Maret lalu.
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menjelaskan bahwa truk-truk tersebut baru sampai di area perbatasan, dan belum dapat diambil karena kondisi keamanan dan waktu yang sudah malam. “Sembilan truk tentu lebih baik daripada tidak sama sekali, tapi kami membutuhkan lonjakan besar dalam pengiriman bantuan — termasuk makanan, minyak goreng, dan bahan bakar,” katanya dalam konferensi pers.
Blokade yang terus diberlakukan Israel sejak awal Maret memperparah krisis kemanusiaan di Gaza. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa sejumlah kecil makanan akan diizinkan masuk untuk mencegah krisis kelaparan.
Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 53.000 warga Palestina — sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
https://www.#/20250519-un-says-9-aid-trucks-cleared-for-gaza-are-a-drop-in-the-ocean/







