Tentara Israel pada Rabu (18/12) untuk pertama kalinya mengakui penyusupan kelompok sayap kanan Israel yang pro-permukiman ke wilayah Lebanon. Mereka melintasi garis biru pemisah di wilayah Maroun al-Ras. Para penyusup mendirikan tenda dan mengibarkan spanduk bertuliskan, “Lebanon adalah milik kita,” yang digambarkan oleh media Israel sebagai tindakan yang berbahaya.
Menurut Radio Tentara Israel, kelompok tersebut melintasi perbatasan tanpa koordinasi sebelumnya, melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan menjadi ancaman terhadap keamanan kawasan. Tentara mengindikasikan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki.
“Setiap upaya untuk mendekati atau menyeberangi perbatasan ke wilayah Lebanon tanpa koordinasi merupakan tindakan yang membahayakan nyawa seseorang dan merusak kemampuan IDF (militer Israel) untuk beroperasi di wilayah tersebut dan memenuhi misinya,” imbuhnya.
Menurut Radio Angkatan Darat Israel, para pemukim tersebut adalah anggota kelompok sayap kanan Uri Tzafon, yang menganjurkan pembangunan permukiman Yahudi di Lebanon selatan.
Pada 8 Desember, Asosiasi Uri Hatzafon, yang terkenal dengan seruannya untuk mendirikan permukiman di daerah perbatasan, mengumumkan pendirian titik permukiman di dekat kota perbatasan Maroun al-Ras di Lebanon. Namun, tentara Israel kemudian membantah hal tersebut dan menekankan bahwa tidak ada permukiman yang didirikan di dalam wilayah Lebanon.
Penyusupan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan antara Israel dan Lebanon. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Lebanon, namun insiden tersebut merupakan pelanggaran baru terhadap kedaulatan Lebanon mengingat pendudukan Israel selama puluhan tahun atas tanah Lebanon dan Suriah.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








