Nelayan Palestina di Gaza kembali mengirim ikan ke Tepi Barat setelah Israel mencabut larangan penangkapan ikan baru-baru ini. Larangan menangkap ikan dan menjual ikan telah berlaku selama sekitar satu setengah bulan, sejak serangan terakhir Israel di Gaza pada 5 Agustus. Meskipun larangan tidak ada lagi, tetapi jumlah ikan yang diekspor dibatasi hingga 13 ton, dari 100 ton sebelum agresi Israel. Sementara ekspor kini hanya bisa dilakukan seminggu sekali.
Israel secara teratur memperketat blokade 15 tahun di Gaza. Mereka membatasi akses warga Palestina untuk impor, ekspor, dan perjalanan. Israel menjadikan Gaza sebagai penjara terbuka. Menurut Asosiasi Nelayan Palestina di Gaza, ada sekitar 4.000 nelayan yang bekerja di sektor perikanan Gaza, untuk menghidupi sekitar 50.000 tanggungan. Namun, profesi nelayan di Gaza yang telah digeluti sejak lama dan menjadi bagian keseharian warga Gaza, dianggap berbahaya oleh organisasi HAM karena pelecehan dan serangan Israel yang terus terjadi terhadap nelayan Gaza.
Menurut laporan Union of Agricultural Work Committees (UAWC), pada tahun lalu saja, pasukan pendudukan Israel menyerang nelayan Palestina di lepas pantai Jalur Gaza setidaknya 320 kali, atau 63 serangan lebih banyak dari tahun sebelumnya. Israel juga menutup total daerah penangkapan ikan selama 16 hari pada Agustus.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







