Berhenti lama dari sekolah, Umm Hamzah Eshtiwi dari lingkungan Al-Zaytoun, selatan Kota Gaza, mendaftarkan dirinya untuk belajar di jenjang sekolah menengah. Dalam hal pendidikan, barangkali usia memang sekadar angka. Buktinya, di usia 40 tahun, Eshtiwi tetap semangat untuk kembali bersekolah.
Eshtiwi adalah seorang ibu yang pernah kehilangan putra sulungnya, Hamzah, yang gugur sebagai martir pada 2019 akibat peluru Israel. Ia telah lama absen dari sekolah dan tidak mengenyam pendidikan selama lebih dari 20 tahun. Perempuan yang melangsungkan pernikahan pada tahun 2000 itu mengatakan, “Tahun ini, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah menengah, setelah 22 tahun absen dari pendidikan.”
“Yang mendorong saya untuk mendaftar sekolah menengah adalah kehadiran Aya, putri saya. Kami saling mendukung untuk belajar dan mengulas pelajaran sepanjang tahun,” tambahnya. “Awalnya, saya merasa sangat takut, tetapi keinginan untuk sukses membuat saya melupakan rasa takut selama masa studi,” ujar Eshtiwi yang sempat merasa gugup setelah menerima pengumuman penerimaan siswa.
Bagi Eshtiwi, tujuan utama kembali ke sekolah setelah sekian lama adalah untuk membantu anak-anaknya belajar. Selain itu, ia juga bertekad untuk menyelesaikan karir akademisnya dan melanjutkan ke jenjang universitas hingga memperoleh gelar.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








