PBB menegaskan pada Kamis (12/9) bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim Israel mengenai penggunaan fasilitas Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) oleh Hamas.
“Kami tidak punya bukti,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menanggapi pertanyaan tentang klaim Israel mengenai keterlibatan kelompok perlawanan Palestina di Sekolah al-Jaouni yang dikelola UNRWA, tempat 12.000 warga Gaza yang mengungsi berlindung.
“PBB bekerja sekeras mungkin mengupayakan keseimbangan untuk menjaga keselamatan staf kami sekaligus untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga sipil di Gaza,” kata Dujarric. Ia juga menegaskan PBB telah menghubungi “tingkat tertinggi pemerintahan Israel” untuk menyampaikan kekhawatiran tentang keselamatan staf dan tantangan operasional.
Utusan Israel untuk PBB, Danny Dannon, menuduh staf UNRWA yang terbunuh dalam serangan itu sebagai kelompok “teroris”.
Menanggapi hal tersebut, Dujarric mengatakan, “Kami tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi atau menyangkalnya. Fokus kami adalah pada kemanusiaan.”
Dujarric menekankan bahwa semua pihak harus menahan diri dari menggunakan lokasi sipil untuk melancarkan atau menargetkan serangan, terlebih lagi sekolah tersebut adalah tempat penampungan yang dikelola oleh UNRWA. “Jika ada yang menyalahgunakannya, kami akan mengetahuinya,” pungkasnya.
Kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR) juga mengutuk serangan Israel terhadap Sekolah al-Jaouni di Gaza tengah dan mengatakan serangan terbaru militer terhadap warga Palestina yang mengungsi semakin menegaskan kegagalan Israel dalam mematuhi hukum humaniter internasional.
“Pengeboman al-Jaouni yang menewaskan 18 orang, termasuk enam staf PBB, terjadi setelah Israel melancarkan 16 serangan terhadap sekolah penampungan di Gaza selama bulan Agustus,” kata OHCHR. “Ini setara dengan satu serangan setiap dua hari.”
“Pola serangan terhadap tempat perlindungan yang mengakibatkan tingginya jumlah korban jiwa warga sipil, terutama di wilayah yang secara sepihak dinyatakan aman oleh militer Israel, menunjukkan pengabaian total terhadap nyawa warga sipil Palestina dan menimbulkan kekhawatiran serius tentang terjadinya serangan yang tidak proporsional atau serangan yang ditujukan kepada warga sipil secara sistematis. Ini merupakan kejahatan perang,” tambahnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








