Koresponden Al Jazeera mengatakan bahwa serangan udara Israel pada Senin pagi (16/12) menargetkan fasilitas militer di Tartous, Suriah barat. Sementara itu, negara-negara Arab mengutuk persetujuan pemerintah Israel yang hendak melanjutkan rencananya untuk memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki.
Rekaman video mendokumentasikan ledakan dahsyat akibat serangan Israel yang menargetkan beberapa lokasi militer dan fasilitas vital di pantai Suriah.
Pada Ahad (15/12) pesawat tempur Israel melancarkan serangan terhadap posisi pasukan Garda Republik dan Divisi IV di daerah Tal Minin dan Kota Hafir, sebelah utara Ibu Kota Damaskus.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah meningkatkan serangan udaranya, menargetkan situs-situs militer di berbagai wilayah di negara tersebut, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya.
Israel juga mengumumkan runtuhnya perjanjian penarikan diri tahun 1974 dengan Suriah, dan pengerahan tentaranya di zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan Suriah, yang telah diduduki Israel sejak 1967, sebuah tindakan yang dikutuk oleh PBB dan negara-negara Arab.
Dalam perkembangan terakhir pada Ahad, Israel menduduki 3 desa, yaitu Desa Jumla di Provinsi Daraa, serta Desa Peternakan Beit Jinn dan Mughr al-Mir di Provinsi Pedesaan Damaskus.
Channel 12 Israel melaporkan bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden terpilih AS Donald Trump berdiskusi melalui telepon tadi malam mengenai isu-isu termasuk perkembangan di Suriah. Saluran tersebut menambahkan bahwa Netanyahu meyakinkan Trump bahwa Israel tidak tertarik pada konflik di Suriah.
Dia menekankan bahwa tindakan Israel di Suriah bertujuan untuk menggagalkan apa yang disebutnya sebagai “potensi ancaman dari Suriah dan mencegah Suriah mengambil kendali atas wilayah di dekat perbatasan kami (Golan).”
Sekali lagi, Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak tahun 1967, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB.
Netanyahu juga mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Memperkuat Golan berarti memperkuat Israel, dan ini sangat penting saat ini. Kami akan terus mengendalikan, mengembangkan, dan menyelesaikannya (Golan).
Saat ini, sekitar 50.000 orang tinggal di Golan Suriah, setengahnya adalah pemukim Yahudi dan setengahnya lagi adalah Druze, Alawi, dan lainnya. Menurut surat kabar Israel Haaretz.
Pada 8 Desember, oposisi Suriah menguasai Ibu Kota Damaskus, dan kota-kota lain sebelumnya, dengan penarikan kekuatan rezim Presiden Bashar yang digulingkan dari lembaga-lembaga publik, sehingga mengakhiri era pemerintahan yang berlangsung selama 61 tahun oleh rezim Partai Baath, dan 53 tahun pemerintahan oleh keluarga Assad.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








