Sepertiga dari negara-negara termiskin di dunia lebih banyak memilih untuk membayar utang kepada negara-negara kaya dan investor daripada untuk pendidikan anak-anak, menurut LSM Save the Children. Hollie Warren, Kepala Kebijakan dan Advokasi Pendidikan Global di Save the Children UK, mengatakan, “Sistem pendidikan sangat membutuhkan pendanaan yang lebih banyak dan lebih baik di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Namun, anggaran ini dimusnahkan untuk melayani utang yang tidak dapat dikelola. Negara membuat keputusan yang salah dengan menganggap anak-anak termiskin di dunia harus menderita karena krisis utang yang tidak mereka buat.”
Analisis baru yang diterbitkan pada Rabu (12/10) oleh organisasi hak anak menunjukkan bahwa 21 dari 70 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, menghabiskan lebih banyak anggaran untuk membayar utang luar negeri daripada untuk pendidikan di negara mereka pada 2020. Analisis juga menunjukkan bahwa pada 2024, pembayaran bunga diperkirakan akan menyerap rata-rata 10% dari anggaran tahunan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Rata-rata tersebut meningkat dari 7% pada tahun 2015.
Hampir sepertiga anak di negara berpenghasilan rendah masih belum menyelesaikan sekolah dasar. Bahkan sebelum pandemi, banyak negara di dunia belum bisa memenuhi tujuan semua anak untuk dapat bersekolah dan belajar. Sementara itu, dengan perkiraan 200 juta anak diperkirakan akan putus sekolah pada 2030, pendidikan anak dan masa depan mereka kini menghadapi ancaman serius akibat berbagai krisis, termasuk COVID-19, konflik yang lebih sering, dan perubahan iklim.
Save the Children menyerukan kepada pemerintah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk meningkatkan pengeluaran pendidikan mereka setidaknya 20% dari anggaran mereka. Pemerintah dapat meningkatkan pendanaan untuk anggaran pendidikan mereka dengan secara progresif memperluas basis pajak mereka, meningkatkan kesinambungan utang, mengakses pinjaman yang berkelanjutan dan terjangkau, dan mengakses bentuk-bentuk baru keuangan inovatif.
Sumber:
https://www.savethechildren.net
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







