Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan pada Rabu (27/11) bahwa Israel telah memblokir atau menghambat seluruh upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza utara sepanjang bulan November. Informasi ini disampaikan oleh Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB.
Dalam konferensi pers, Haq menjelaskan bahwa Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) berupaya melaksanakan 41 misi kemanusiaan untuk menjangkau warga Palestina di Gaza utara yang terkepung. Namun, “tidak satu pun dari 41 upaya tersebut berhasil difasilitasi oleh otoritas Israel,” tegasnya.
Haq menambahkan bahwa Israel secara langsung memblokir 37 misi, sementara empat misi yang mendapat persetujuan, pada kenyataannya dihambat di lapangan dan hanya terlaksana sebagian. Ia memperingatkan bahwa ribuan warga Palestina yang terpaksa mengungsi menghadapi kerentanan yang semakin mengkhawatirkan menjelang musim dingin. Kondisi tempat tinggal yang penuh sesak memicu masalah sanitasi parah, sementara penumpukan limbah di area padat penduduk meningkatkan risiko kesehatan yang signifikan.
Haq juga membantah laporan yang menyebut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah mengevakuasi kantor pusatnya di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur. “Laporan tersebut tidak berdasar,” ujarnya. UNRWA menegaskan bahwa mereka tetap menjalankan operasinya di Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur, serta Gaza untuk mendukung pengungsi Palestina, meski menghadapi hambatan serius.
Selain itu, Haq menyangkal klaim dari Wall Street Journal bahwa Penasihat Khusus PBB untuk Pencegahan Genosida, Alice Wairimu Nderitu, tidak diperpanjang masa jabatannya karena dugaan penolakannya mengklasifikasikan krisis Gaza sebagai genosida.
“Itu tidak benar,” ujar Haq. Ia menjelaskan bahwa masa jabatan Nderitu telah berakhir sesuai kontrak, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menghargai kontribusinya selama menjabat.
Haq menegaskan kembali bahwa mandat Nderitu adalah pencegahan, termasuk mengidentifikasi faktor risiko genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. “Kami sangat menghargai pekerjaan yang telah dilakukannya,” tutup Haq.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








