Sekelompok pemukim Israel, didampingi pasukan zionis Israel, menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa melalui gerbang Al-Maghariba, hari Minggu (23/7). Departemen Wakaf Islam di Al-Quds (Yerusalem) menegaskan bahwa sejumlah besar pemukim Israel melakukan ritual provokatif di halaman Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan IOF.
Para pemukim secara teratur terlibat dalam praktik Talmud, yang dianggap provokatif dan tidak sopan oleh komunitas Muslim Palestina, yang sangat menghargai kesucian Masjid Al-Aqsa. Selain itu, seringnya penyusupan ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa dipandang sebagai upaya untuk menciptakan perpecahan di dalam tanah suci, baik dari segi ruang maupun waktu. Namun, proposisi ini sangat ditentang dan dikecam oleh komunitas Muslim Palestina, karena menimbulkan ancaman terhadap persatuan dan integritas situs tersebut.
Laporan terbaru pada bulan Juni telah mengungkap rencana yang diusulkan Israel untuk membagi Masjid Al-Aqsa antara Yahudi dan Muslim, meningkatkan ketegangan dan memperburuk kekhawatiran yang ada. Perkembangan ini telah mendorong warga Palestina di Yerusalem untuk memperkuat seruan mereka untuk mobilisasi di Masjid Al-Aqsa, yang bertujuan untuk melawan serangan massal yang direncanakan oleh pemukim Israel dan melindungi kesucian masjid. Berdasarkan laporan dari jaringan berita “Al-Qastal” yang berbasis di Yerusalem, sekitar 4.000 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa selama bulan Juni 2023.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








