Seorang perempuan Palestina meminta dilakukannya pengadilan terhadap enam tentara Israel yang diduga melakukan kekerasan seksual kepadanya pada 2015 lalu (16/2).
Dari enam tentara tersebut, tiga di antaranya merupakan anggota keamanan Shin Bet dan tiga lainnya merupakan perwira militer. Sebelumnya, mereka telah dituntut. Namun, karena bukti yang dianggap kurang, investigasi pun dihentikan 10 bulan yang lalu, meskipun beberapa dari mereka mengakui tuduhan terebut.
Perempuan yang identitasnya ditutupi tersebut, mengatakan bahwa seorang komandan Shin Bet meminta dua perempuan tentara untuk membawanya. Komandan tersebut meraba badannya, sementara beberapa tentara lainnya kemudian menanggalkan pakaiannya dan mulai berlaku tidak senonoh kepada bagian-bagian sensitif di tubuhnya. Dikatakan bahwa komandan Shin Bet dan perwira Israel turut melihat aksi biadab tersebut.
Ia telah mengajukan gugatan pada saat itu. Namun, ia malah dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah didakwa pelanggaran ringan.
“Apa yang telah terjadi (sejatinya) melukai tubuh, jiwa, dan kehormatan seorang wanita Palestina yang menginginkan keadil,” kata Komite Publik untuk Melawan Penyiksaan Israel (PCATI).
Perempuan tersebut mengatakan bahwa apa yang terjadi padanya merupakan bentuk pemerkosaan dan sodomi dan semua pihak yang terlibat harus didakwa dengan kedua kejahatan tersebut.
Sumber :
https://www.#/20220216-palestinian-woman-demands-trial-of-israeli-soldiers-for-sexual-assault/
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-women-subjected-intimate-body-search-army-appeal
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








