Seorang perempuan Palestina berusia 59 tahun ditembak oleh pasukan Israel saat sedang merawat kebun zaitun keluarganya di Desa Faqqua, timur Jenin di utara Tepi Barat yang diduduki.
Hanan Abu Salami ditembak di punggung pada Kamis (17/10) pagi saat ia sedang memetik zaitun bersama anggota keluarganya yang lain ketika tentara yang berada di tembok apartheid mulai menembaki, kata putranya kepada Middle East Eye.
Faris Abu Salami, yang bersama ibunya saat ia ditembak, mengatakan bahwa dewan desa telah bernegosiasi dengan tentara Israel untuk memberikan izin kepada keluarga dan penduduk desa lainnya untuk memetik zaitun di tanah mereka dengan syarat mereka tetap berada setidaknya 100 meter dari tembok.
Abu Salami berkata, “Kami berada lebih jauh dari 100 meter dari tembok. Tiba-tiba mereka menembak secara acak dan kami segera mengumpulkan barang-barang kami untuk pergi dan menjauh. Ayah saya melambai-lambaikan topi putihnya di udara berharap mereka akan berhenti. Namun, mereka menembak ke arah punggung kami saat kami melarikan diri.”
Palang Merah Palestina mengonfirmasi bahwa perempuan itu ditembak punggungnya dan mengatakan bahwa tim medis telah mencoba untuk merawatnya saat ia dipindahkan ke rumah sakit.
“Dia segera dibawa ke rumah sakit, tetapi sepertinya dia meninggal sebelum sampai di sana,” kata Abu Salami.
“Kami memiliki izin untuk memetik zaitun, tetapi mereka malah menembaki kami dan membunuh ibu saya,” kata Faris, putra Hanan Abu Salami.
Barakat Al-Omari, Walikota Faqqua, mengatakan bahwa telah ada koordinasi sebelumnya antara otoritas lokal, palang merah, dan tentara Israel, untuk memungkinkan penduduk mengakses kebun zaitun mereka. Dia mengatakan bahwa penduduk berada lebih dari 150 meter dari tembok saat mereka ditembak.
Musim panen zaitun tahun ini di Tepi Barat telah menyaksikan warga Palestina mengalami serangan berulang kali oleh pemukim kolonial dan pasukan keamanan Israel. Pohon-pohon dibakar dan dirusak, hasil panen dicuri, dan petani dicegah untuk mencapai tanah mereka atau menjadi target saat memanen hasil panen.
Pada awal bulan ini, lebih dari 50 pemukim bersenjata menyerang sebuah keluarga Palestina yang sedang memetik zaitun di Desa al-Lubban al-Gharbi, barat laut Ramallah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








