• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Seorang Lansia Palestina Meninggal setelah Dianiaya Tentara Israel saat Rumahnya Dihancurkan

by Adara Relief International
April 11, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Seorang Lansia Palestina Meninggal setelah Dianiaya Tentara Israel saat Rumahnya Dihancurkan

Sebuah ekskavator Israel yang dilengkapi dengan alat pemecah batu menghancurkan sebuah bangunan Palestina yang dibangun tanpa izin di desa al-Samua, selatan Hebron di Tepi Barat yang diduduki, pada 8 April 2025 (AFP/Hazem Bader)

21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Seorang pria lansia Palestina bernama Ghazi Bader Manasra (71 tahun) meninggal dunia akibat serangan jantung setelah dianiaya oleh tentara Israel saat pembongkaran rumah pada Selasa (8/4) di Desa Wadi Fukin, dekat Bethlehem, wilayah pendudukan Tepi Barat.

Menurut keluarganya, Manasra diperlakukan secara brutal oleh pasukan Israel, yang mereka anggap bertanggung jawab penuh atas kematiannya.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa tentara Israel memukuli warga Palestina dengan tongkat dan popor senjata saat aksi pembongkaran berlangsung. Enam orang mengalami luka memar dan goresan, termasuk Manasra yang terkena serangan stroke dan kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tentara Israel memukuli sekelompok warga Palestina yang berusaha menghentikan pembongkaran rumah tersebut.

Hamam Manasra, putra Ghazi, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa ia sedang dalam perjalanan ke tempat kerja sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat ketika ia menerima telepon dari saudaranya yang mengabarkan bahwa militer Israel mengepung rumah sepupu mereka, Muhammad Manasra, untuk membongkarnya.

Sekitar satu jam kemudian, ia kembali dihubungi saudaranya yang mengatakan bahwa ayah mereka telah dipukul oleh tentara dan dilarikan ke rumah sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia akibat serangan jantung setelah penganiayaan tersebut.

“Saat buldoser tiba untuk memulai pembongkaran, beberapa anggota keluarga mencoba menghalangi dengan tangan kosong. Saat itulah tentara mulai memukuli mereka, termasuk ayah saya,” ungkap Hamam.

Enam anggota keluarga mengalami luka-luka, tiga di antaranya harus menjalani perawatan inap di Bethlehem Arab Society for Rehabilitation karena patah tulang dan memar akibat penganiayaan.

Hamam menegaskan bahwa ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung, dan ia yakin bahwa guncangan emosional serta kekerasan fisik dari tentara Israel menjadi penyebab utama kematian ayahnya.

“Rumah yang dihancurkan itu milik sepupu ayah saya, seorang kerabat dekat. Ayah dan saudara-saudara saya langsung keluar rumah karena merasa sangat terzalimi,” katanya.

Menurut kesaksian keluarga, Ghazi dipukuli di bagian dada, kepala, dan kaki oleh tentara. Setelah mundur sejenak, ia duduk di kursi untuk menyaksikan pembongkaran, sebelum akhirnya terkena serangan jantung yang fatal.

Pembongkaran dan Perebutan Tanah

Militer Israel menyatakan bahwa rumah yang dibongkar berada di Area C dan dianggap tidak memiliki izin resmi. Sebuah rumah tetangga di wilayah yang sama juga dihancurkan dengan dalih serupa.

Pembongkaran rumah warga Palestina secara rutin dilakukan oleh Israel di wilayah Tepi Barat dengan alasan “tidak memiliki izin bangunan” — meskipun kenyataannya sebagian besar pengajuan izin dari warga Palestina ditolak oleh otoritas Israel.

Muhammad Manasra, pemilik rumah yang dibongkar, menjelaskan bahwa ia menerima surat penghentian pembangunan pada awal agresi Gaza bulan Oktober 2023, padahal rumahnya sudah selesai dibangun dan siap dihuni.

“Rumah saya seluas 265 meter persegi. Sejak menerima surat itu, saya berjuang melalui Mahkamah Agung Israel agar pembongkaran ditunda, agar kami bisa tinggal di sana. Tapi mereka tetap menghancurkannya,” ujar Muhammad.

Saat pembongkaran berlangsung, tentara Israel menembakkan gas air mata ke arah warga sipil yang berkumpul untuk memprotes, baik dengan meneriakkan slogan maupun sekadar hadir di lokasi. Saksi mata melaporkan bahwa tentara mendorong dan memukul sejumlah warga untuk membubarkan kerumunan.

“Saya sempat mengira salah satu sepupu saya terbunuh karena parahnya pemukulan yang ia alami,” kenang Muhammad.

“Sepupu saya yang lansia, yang kemudian meninggal dunia, mengalami shock saat melihat rumah dihancurkan. Ia dipukul dan didorong oleh tentara, dan saat ia duduk menyaksikan rumah kami hancur, ia terkena stroke.”

Rumah yang dibongkar terletak di tengah desa, bukan di bagian pinggirnya. Muhammad meyakini bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan niat buruk.

“Ini bukan soal keamanan, ini adalah tindakan politis. Tujuannya adalah mengusir warga Palestina dari tanah mereka,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa pembagian administratif tanah ke dalam Zona B dan C dimanfaatkan oleh Israel untuk merampas tanah milik warga Palestina.

“Rumah saya hanya berjarak beberapa meter dari rumah paman saya, tapi masing-masing jatuh dalam klasifikasi zona yang berbeda. Israel membagi wilayah sesuka hati, hanya untuk menguasainya,” pungkasnya.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

WHO: Blokade Total Israel ke Gaza Menyebabkan Warga Kelaparan dan Malnutrisi

Next Post

Serangan Israel Kembali Hancurkan RS Palestina di Gaza, Bentuk Genosida Paling Keji

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
19

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Serangan Israel Kembali Hancurkan RS Palestina di Gaza, Bentuk Genosida Paling Keji

Serangan Israel Kembali Hancurkan RS Palestina di Gaza, Bentuk Genosida Paling Keji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630