Pada Rabu (1/9), pasukan Zionis menahan setidaknya 13 warga Palestina, termasuk seorang kepala sekolah, dan melukai lainnya di Tepi Barat.
Mereka mengkonfirmasi bahwa polisi Zionis Israel menahan kepala sekolah menengah setelah menyerbu sekolah di lingkungan Wadi al-Joz, Al-Quds Timur, dengan dalih untuk bertemu dengan personel dari Kementerian Pendidikan Palestina. Saat berada di sekolah, polisi menggeledah serta menyita beberapa komputer dan data sekolah.
Baca juga: Penggerebekan di Tepi Barat Utara, Pasukan Zionis Lukai Tiga Warga Palestina
Sementara itu, pasukan Zionis menangkap dua warga Palestina setelah membobol dan menggeledah rumah keluarga mereka di kota Beit Rima dan Kobar, masing-masing di barat laut dan barat Kota Ramallah.
Tentara Zionis menembaki seorang warga Palestina di sebuah pos pemeriksaan militer di pintu masuk kota Ni’lin. Korban diidentifikasi sebagai penduduk kota.
Di Tepi Barat utara, Direktur Kantor Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) di Jenin, Muntaser Samour, mengatakan bahwa pasukan Zionis menerobos masuk ke Desa Fandaqumiya, dan menawan seorang perempuan. Tawanan itu diidentifikasi sebagai istri seorang tawanan dari Kota Jaba’. Samour membenarkan bahwa seorang warga Palestina lainnya ditawan ketika ia berusaha menyeberangi pos pemeriksaan Mavo Dothan, tenggara kota Yaabad.
Di Tepi Barat selatan, tentara Zionis melakukan serangan di lingkungan As-Saff, Kota Betlehem, yang mengakibatkan penawanan dua orang lainnya. Tentara yang berjaga di pos pemeriksaan militer, di timur laut kota, berhenti dan menawan seorang lainnya dari Kamp Pengungsi Aida. Remaja berusia 16 tahun dari Kamp Aida dan seorang remaja berusia 17 tahun dari Bir ‘Onah, salah satu lingkungan kota Beit Jala, juga ditawan.
Baca juga: Pasukan Zionis Perintahkan Penghentian Pekerjaan Rehabilitasi Waduk di Desa Tepi Barat
Di Histrik Hebron, dua warga Palestina ditawan dalam penggerebekan terpisah di Kota Halhul dan Dura, utara dan selatan kota.
Seorang warga Palestina dari Distrik Hebron ditangkap saat dia sedang dalam perjalanan untuk bekerja di dalam wilayah Zionis Israel.
Pasukan Zionis hampir setiap hari menyerang rumah-rumah Palestina di seluruh Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang “dicari”, dan memicu bentrokan dengan penduduk. Penggerebekan ini, yang juga terjadi di daerah-daerah di bawah kendali penuh Otoritas Palestina, dilakukan tanpa perlu surat perintah penggeledahan, kapan pun dan di mana pun.
Di bawah hukum militer Zionis, komandan tentara memiliki otoritas eksekutif, legislatif, dan yudikatif atas 3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat.
Sumber: Wafa
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








