Mukaram Qurt, 58 tahun, telah melakukan mogok makan selama lebih dari seminggu untuk memprotes penahanan berkepanjangan putranya di penjara Otoritas Palestina (PA). Terlepas dari penampilannya yang kuat, namun kepedihannya setelah kehilangan seorang putra terlihat dari getaran konstan di tangannya, dan kerutan di bawah mata abu-abu gelapnya. “Sejak hari Ahmad dipenjara, saya tidak tidur lebih dari lima jam setiap hari. Pikiran saya berpacu sepanjang malam dan saya terus berdoa. Saya selalu kelelahan,” kata Qurt, ibu dari delapan anak, kepada Al-Jazeera.
Putranya, Ahmad Hreish, 28 tahun, telah mendekam di sel isolasi tanpa pengadilan atau dakwaan di penjara Yerikho selama lebih dari 80 hari sejak penangkapannya. Penjara itu dijuluki “rumah jagal”, sebab kelompok hak asasi dan pengacara mengatakan bahwa tawanan politik disiksa di balik temboknya. Kasus Hreish telah menjadi berita utama di media Palestina setelah dia mengklaim di pengadilan bahwa dia telah disiksa, termasuk dengan pemukulan menggunakan tongkat dan tali cambuk.
“Tidak ada kemanusiaan dalam perlakuan mereka. Apa yang mereka [PA] lakukan adalah noda bagi sejarah Palestina,” kata ibunya. “Ini seperti penahanan administratif yang tidak adil. Mereka terus memperpanjang penangkapannya tanpa kami, atau bahkan pengacara, mengetahui apa tuduhannya. Ini adalah hal yang sama,” kata Qurt, mengacu pada strategi kontroversial Israel yang menawan warga Palestina selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa pengadilan atau dakwaan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







