Seorang gadis kecil Palestina, Mayar, putri dari Mahmoud Ghaleb Jaradat, seorang tawanan Palestina yang rumahnya kemarin diledakkan oleh pasukan, pada Senin (14/2) ditemui saat sedang memeriksa rumahnya yang telah berubah menjadi puing-puing. Ia mengatakan, “Kami akan tetap berada di tanah kami,” demikian ungkapnya dalam sebuah wawancara.
“Ini tanah kami, tanah kami, tanah kami. Kami akan membebaskannya, Insya Allah. Mereka (Israel) tidak akan pernah menguasainya (tanah ini). Kita akan membebaskannya hari ini, bukan besok. Kita akan membebaskannya hari ini. InsyaaAllah,” tegas Mayar dengan percaya diri.
Mayar juga mengungkapkan rasa bangga kepada ayahnya, Mahmoud Ghaleb Jaradat, “Ayah, apa yang engkau lakukan adalah benar. Kami sangat bangga kepadamu,” ucapnya.
“Palestina akan merdeka, Insya Allah. Kemenangan akan datang dalam waktu dekat karena penjara tidak akan selamanya,” tambahnya.
Mayar merupakan putri dari Mahmoud Galeb Jaradat yang ditawan oleh Israel dengan tuduhan melakukan operasi penembakan pada Desember 2021.
Rumahnya yang terletak di Silat Harithiya, Jenin, baru saja diledakkan oleh Israel sebagai bentuk hukuman kolektif terhadap dirinya dan keluarganya
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








