Majdi Zaher, dari Kota Nablus di bagian utara Tepi Barat, kebingungan dengan keperluan pendidikan untuk ketiga putrinya yang duduk di kelas 3, 7, dan 10. Mereka membutuhkan tas, alat tulis, dan seragam baru untuk mendaftar sekolah. Kondisi keuangan Zaher sedang tidak baik, karena ia adalah seorang pegawai pemerintah yang hanya menerima 80% dari gajinya akibat krisis keuangan Otoritas Palestina. Beberapa hari yang lalu, dia membayar biaya kuliah untuk putranya, Murad, yang mendaftar di Fakultas Teknik di Universitas Birzeit, utara Ramallah, setelah dia meraih IPK tinggi sebulan yang lalu.
“Saya belum membeli tas sekolah selama 3 tahun untuk putri saya, dan mereka sudah usang. Tetapi, harga tas terendah saat ini lebih dari 50 shekel (sekitar 15 USD). Harga alat tulis, termasuk buku tulis, pulpen, dan perlengkapan lainnya telah naik dan mereka bertiga juga membutuhkan pakaian. Masing-masing setidaknya membutuhkan dua pakaian terusan yang harganya berkisar antara 60 dan 80 shekel. Saya senang dengan kembalinya anak-anak ke sekolah, tetapi biayanya tiada ampun,” ungkap Zaher.
Para pemilik toko buku dan pemasok alat tulis menerangkan bahwa harga telah meningkat secara signifikan baru-baru ini, mirip dengan banyak komoditas yang meningkatkan beban masyarakat. Siapa pun yang memiliki sejumlah anak di bangku sekolah akan kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka secara layak.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







