Seorang anak Palestina meninggal pada Sabtu (30/1) karena kekurangan oksigen dan pasokan medis di tengah pengepungan dan genosida Israel di Jalur Gaza utara, menurut Rumah Sakit Al-Awda, Anadolu melaporkan.
“Seorang anak Palestina berusia 10 tahun meninggal setelah kondisi kesehatannya memburuk akibat kekurangan oksigen dan keterbatasan pasokan medis di rumah sakit utara Jalur Gaza,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Kamis bahwa Israel memblokir pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza utara. UNRWA mengonfirmasi bahwa PBB melakukan 91 upaya untuk mengirimkan bantuan ke Gaza utara antara 6 Oktober dan 25 November, tetapi Israel menghalangi 82 upaya dan sepenuhnya menolak sembilan upaya lainnya untuk masuk.
Israel telah melancarkan genosida di Gaza sejak Oktober 2023, membunuh hampir 44.400 korban, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 105.100 orang.
Tahun kedua genosida di Gaza telah menuai kecaman internasional yang semakin meningkat. Para pejabat dan lembaga internasional melabeli serangan dan pemblokiran pengiriman bantuan sebagai upaya yang disengaja untuk menghancurkan suatu populasi.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 21 November untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas agresi mematikannya di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








