Israel telah menahan lebih dari 135.000 warga Palestina sejak pecahnya Intifada pada September 2000, kata Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan pada Rabu (27/9). Data penangkapan ini mencakup seluruh usia, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia.
Dalam laporan yang rilis pada peringatan 23 tahun Intifada Kedua, komisi tersebut mencatat bahwa hampir 21.000 warga Palestina yang ditawan adalah anak-anak. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa setengah dari anggota parlemen Palestina dan beberapa menteri juga ditawan, serta ratusan akademisi, jurnalis dan pekerja LSM nasional dan internasional. Lebih dari 2.600 anak perempuan dan perempuan Palestina juga ditahan. Bahkan, empat perempuan dipaksa melahirkan di penjara dalam kondisi yang sangat sulit.
Laporan tersebut juga mencatat peningkatan yang luar biasa dalam penahanan administratif. Mereka menyebutkan ada lebih dari 32.000 perintah penahanan sejak tahun 2000, termasuk perintah baru dan yang diperbarui. Warga Palestina yang ditahan secara administratif tidak pernah mendapatkan tuntutan atau diperiksa secara adil.
Komisi menyatakan, ada sekitar 5.200 tawanan Palestina yang berada di penjara Israel saat ini. Jumlah tersebut mencakup 38 perempuan, sekitar 170 anak-anak, lebih dari 1.250 tahanan administratif, dan 700 tawanan sakit yang menderita berbagai masalah kesehatan, termasuk 24 orang penderita kanker.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








