Sebanyak 83 warga Palestina telah tewas akibat tembakan tentara Israel di Tepi Barat sejak 7 Oktober. Menurut Kementerian Kesehatan, korban terbaru adalah dua remaja Palestina – Suhaib Iyad Muhammad Al-Sous yang berusia 15 tahun di kota Beitunia dan Uday Fawaz Mansour yang berusia 17 tahun di kota Huwara. Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa krunya “pada hari Jumat menangani puluhan korban dalam konfrontasi dengan tentara Israel di berbagai wilayah di Tepi Barat, termasuk 24 orang yang terluka akibat peluru tajam.”
Tepi Barat menyaksikan meningkatnya ketegangan dan konfrontasi lapangan antara warga Palestina dan tentara Israel, bertepatan dengan memburuknya situasi di Jalur Gaza yang dibombardir dan diblokade Israel sejak 7 Oktober. Tepatnya dimulai ketika Hamas memulai Operasi Banjir Al-Aqsa, sebuah serangan mendadak yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara. Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel. Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi di Jalur Gaza.
Setidaknya 4.137 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di Gaza, sementara angkanya mencapai lebih dari 1.400 orang di Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







